Selasa, 23 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi radio

Teknologi Informasi | Evolusi Industri Radio 
Beradaptasi dengan Digitalisasi

Teknologi Informasi  -  Penyiaran memberi peran yang begitu urgen dalam sebuah negara. Dengan adanya medialaksana radio dan televisi, masyarakat dapat mendapat  informasi secara cepat dan aktual. Itulah mengapa, Hari Penyiaran Nasional digagaskan semenjak 2010 lalu.
Setelah lama menanti, Presiden Joko Widodo juga resmi memutuskan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019. Tanggal tersebut dipilih lantaran pada 1933, berdiri radio kepunyaan Indonesia kesatu yang mempunyai nama Solosche Radio Vereeniging (SRV). SRV menjadi radio ketimuran kesatu yang didirikan oleh anak bangsa lewat KGPAA Mangkunegoro Vll di Solo Jawa Tengah.

Jika sekitar ini orang mengenal hari itu sebagai April Mop, manusia penyiaran mempunyai aspirasi yang berbeda. Lewat Hari Penyiaran Nasional, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun bercita-cita penyiaran Indonesia bisa mempersatukan bangsa dengan memberi lebih tidak sedikit konten-konten positif.

Lantas, sejauh mana anda mengenal penyiaran di Indonesia? Khususnya radio, yuk kenali transformasi industrinya di sini!

Perjalanan radio dari masa ke masa
Radio ialah media penyiaran elektronik tertua, sekaligus menjadi bagian urgen dari sejarah Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, hadir radio kesatu yang mempunyai nama Bataviase Radio Vereniging. Akan tetapi, radio itu berada di bawah pemantauan asing. Bahkan sekalipun berlahiran radio lain, mereka melulu menyiarkan sekian banyak  program siaran yang berisi sekian banyak  jenis-jenis berita berhubungan dengan kepentingan semua meneer. Mulai dari guna mempertajam kuku penguasaan sampai perdagangan.

Kenyataan berikut yang mendorong kaum pribumi lantas mendirikan stasiun radio siarankepunyaan sendiri. Lima tahun sesudah peristiwa Sumpah Pemuda, tepatnya tanggal 1 April 1933, Solosche Radio Vereniging (SRV) juga didirikan.
Pada era Orde Baru, siaran radio sepenuhnya diadakan melalui Radio Republik Indonesia atau RRI. Seiring dengan pemerintahan yang berganti, di masa reformasi peran radio mulai beragam. Tak melulu sebagai media penyampai informasi, namun pun sarana hiburan guna memutar lagu-lagu hits dari dalam dan luar negeri. Semua disajikan dan dikemas cocok dengan kode etik wartawan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga : Tokocrypto buka Pojok Kripto di Universitas AMIKOM Yogyakarta

Awal kemunculan Podcast
Modernisasi penyiaran mulai terlihat saat Podcast hadir di tahun 2007. Seringdiserupakan dengan radio, Podcast ialah rekaman audio yang bisa didengarkan oleh khalayak ramai. Namun kedua urusan itu sebenarnya juah berbeda, sebab podcast kontennya rata-rata dipenuhi oleh rekaman bukan siaran langsung.

Istilah Podcast berasal dari campuran kata kata “iPod” dan “Broadcasting”. Sementara iPod adalahsalah satu produk dari Apple, brand raksasa teknologi Amerika Serikat yangtentunya tak asing lagi di telingamu. Berikut ialah beberapa keunggulan yangdiserahkan Podcast untuk masing-masing pendegarnya:

Banyak pilihan, terdapat ratusan kelompok podcast yang dapat kamu dengarkan. Mulai dari teknologi, musik, hingga bisnis.
Tidak terdapat iklan yang menginterupsimu selayaknya di radio.
Fleksibel, tidak perlu menantikan siaran di jam tertetu untuk memperhatikan podcast favorit. Bahkan dapat mengulangnya berkali-kali.
Sayangnya, perlu dinyatakan minat untuk memperhatikan podcast sekarang sudah menurun drastis. Bergeser dengan konten vlog yang makin hits di platform berbagi video laksana Youtube.

Evolusi radio streaming
Saat media cetak mulai berguguran di era digital ini, lain kisah dengan radio. Keberadaanya tetap dinanti masing-masing pendengar. Hanya saja, perlengkapan untukmemperhatikan radio sekarang lebih pelbagai seiring dengan pertumbuhan internet.

Masyarakat tidak butuh lagi melakukan pembelian perangkat radio sekadar untukmemperhatikan siarannya. Cukup dengan mengakses internet lewat sekian banyak  media elektronik masa sekarang seperti smartphone, tablet, komputer, atau laptop.

Beberapa stasiun radio terkemuka pun mulai masuk dalam layanan ini. Sebutlah Prambors, 99ers Bandung, JakFM, Elshinta, HardRock FM, dan masih tidak sedikit lagi perusahaan radio lainnya.

Bila menilik dari segi kepraktisan, bukan tidak barangkali radio streaming onlinebakal menggantikan radio konvensional. Terlebih untuk merasakan layanannya, pemakaitidak butuh mebayar duit sepeser pun. Cukup mendatangi website atau download aplikasinya, kemudian dengarkan sepuas hati.
Hal ini jelas tidak bakal menggeser industri radio tersebut sendiri, bahkanmeningkatkan jumlah pendengarnya dari sekian banyak  generasi.

Itulah sekilas kisah mengenai perjalanan industri radio di Indonesia yang tidak jarang kali bertransformasi, dari masa ke masa. Semoga peringatan Hari Penyiaran Nasional ini menjadi momentum untuk media elektronik guna merawat kebhinekaan melewati penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bisa terus menghibur pendengar setianya.

Seperti halnya CekAja yang tetap setia membantu anda dalam memilih produk keuangan terbaik cocok kebutuhan. Mulai dari kartu kredit, asuransi, kredit tanpa agunan, kredit pemilikan rumah, dan masih tidak sedikit lagi.

Lihat Juga : Pertama Kali Ada KBBI Braille di Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar