Senin, 22 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi menurut kbbi

Teknologi Informasi | Pertama Kali 
Ada KBBI Braille di Indonesia


Teknologi Informasi  - Siapa bilang tunanetra tak boleh belajar dan mengetahui bahasa Indonesia. Agar tunanetradapat lebih dalam mempelajari arti tiap kata bahasa Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) mencetak Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Braille.
Namun peluncuran perdana kamus sudah semenjak Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.

Dengan kamus itu, Poppy bercita-cita para penyandang disabilitas netra tetap dapat mendapat informasi, terutama berhubungan kosakata baru. Mereka juga lebih kaya kosakata.

"Kami hendak semua anak-anak mendapat pendidikan. Kami bakal sosialisasikan kamus ini di mana juga Sekolah Luar Biasa (SLB) berada," katanya.
Saat ini Kemendikbud meluangkan paling tidak satu KBBI Braille di masing-masing kabupaten. Padahal SLB di Indonesia saja jumlahnya lebih dari 2.000. Nantinya, pemerintah berjanji akan menggandakan penyediaan KBBI Braille. Cetakannya bakal dilipatgandakan.

Namun sebelum disebarluaskan ke masyarakat, sosialisasi KBBI Braille akan dilaksanakan di Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Subdirektorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Kementerian Sosial (Kemensos) Tedi Tresnayadi mengatakan, menurut data 2012, populasi lembaga dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sensorik netra di Indonesia ialah yang terbanyak dibanding lainnya. Jumlahnya menjangkau 142.860 dari total 350.668.
Persiapan menciptakan KBBI Braille tidak sebentar. Kemendikbud perlu waktu enam bulanguna mempersiapkan sekaligus mencetaknya. Pembuatan kamus itu ialah upaya pemenuhan hakguna penyandang disabilitas cocok UU Nomor 8 Tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas.

Dicetak bareng Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI), alih huruf dari KBBI V cetakan II ke KBBI Braille melibatkan tunanetra sebagai pemakai. Mereka menyunting kamus tersebut usai dialih huruf dan dicetak.

Secara borongan KBBI Braille terbagi menjadi 139 jilid, yang masing-masing jilidnya mengandung 50 eksemplar kertas khusus. Di sampulnya ada logo Braille. (Antara/rsa)


0 komentar:

Posting Komentar