Sabtu, 20 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi lokal

Teknologi Informasi | Kembangkan Startup Lokal, 
Pemerintah Siap Modali Rp1 Miliar



Teknologi Informasi  - Pemerintah bakal menyuntikkan dana pertolongan hingga Rp1 miliar untukmemperbanyak usaha startup Tanah Air. Suntikan dana itu nantinya bakal diberikan untuk startup yang dapat menggaet investor yang menyerahkan investasi dengan duit yang lebih besar dari yang diserahkan pemerintah.

Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek Dikti Retno Sumekar mengatakan, Kemenristek Dikti tengah menyiapkan program pembinaan baru untuk startup yang telah matang.
“Kita inginkan scale-up startup yang dapat memproduksi keperluan nasional. Atau sangat tidak startup yang dapat menyelesaikan masalah di masyarakat,” katanya di Kantor Kemenristek Dikti kemarin.

Retno menjelaskan, yang boleh mengekor program scale-up atau pembesaran usaha startup ini ialah perusahaan yang telah mempunyai omzet senilai Rp1 miliar.
Selain tersebut yang telah mempunyai pasar masif. Pihaknya membuka kesempatan untuk startup yang dimaksud untuk mengemukakan proposal yang di dalamnya pun sudah menyematkan data semua investornya.

Dia menyatakan, persyaratan berapa besar serapan tenaga kerja tidak menjadi patokan asalkan startup tersebut sudah mempunyai produk guna pasar nasional. Dari data Kemenristek Dikti, dari 1.307 tenant startup disemua Indonesia, program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristek Dikti telah mencetuskan 32 tenant yang telah matang dengan penambahan omzet rata-rata lebih dari 426% dan tenant yang matang itu mempunyai omzet paling tidak Rp500 juta.


Startup dengan nilai omzet tertinggi ialah produk Satpam Pintar dalam bidang ketenteraman sekaligus teknologi informasi dengan omzetmenjangkau Rp7 miliar. Startup kedua tertinggi yang menjangkau Rp6,5 miliar ialah Kapal Pelat Datar dalam bidang transportasi dan yang ketigaialah Isolated Ground Shield Wire, yakni kabel listrik guna voltase tinggi dan voltase sedang, dalam bidang material maju yang mempunyai omzet sebesar Rp5 miliar.
Kunci Kemenristek Dikti dalam program IBT terletak tidak melulu pada pemberian modal, tetapi pun memberikan tuntunan hasil penelitian dan inovasi supaya sesuai dengan keperluan industri dan masyarakat.

Retno menjelaskan, walau 32 startup ini dinilai telah matang, tidak serta-merta langsung mendapat dana pertolongan Rp1 miliar. Untuk mereka, menurut keterangan dari dia, diharuskan juga mengirim proposal supaya bisa berlomba dengan startup lain.

“Ya walau sudah mature , mereka masih harus mengemukakan proposal. Nanti akan anda seleksi lagi dan anda uji lagi,” katanya.


0 komentar:

Posting Komentar