Sabtu, 20 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi masa kini

Teknologi Informasi | Vendor Rilis Teknologi Multitasking 2.0


Teknologi Informasi  -  Teknologi informasi dan komunikasi dinilai dapat menciptakan orang bekerja secara multitasking atau dapat mengerjakan tidak sedikit tugas sekaligus. Ternyata, apa yang ditebak sebagai multitasking sejauh inimelulu sekadar task shifting atau mengerjakan permindahan pekerjaan kegiatan secara cepat.

Membuka email, membuka mesin pencari, atau menggarap presentasi sambilmenyimak dokumen secara bareng bukan sebagai multitasking. Task shifting menurut keterangan dari IDC, menciptakan karyawan kehilangan produktivitas sebesar 40 persen.

Berdasarkan keterangan dari IDC, eksodus konstan antara satu kegiatan ke kegiatan lain, ditafsirkan pekerja tidak mempunyai pemahaman yang mendalam tentang kegiatan yang mereka lakukan. Di ketika yang sama,eksodus antar satu kegiatan ke kegiatan lain akan meningkatkan waktu yang diperlukan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Pekerjaan multitasking paling sulit guna dihindari. Ini sebab peran-peran profesional di sebuah perusahaan ketika ini menjadi lebih bervariasi dan semakin kompleks. Dulu satu pekerjaan dapat dibagi-bagi ke dalam dua hingga tiga jenis pekerjaan, tapi ketika ini susah dilakukan.

Berdasarkan keterangan dari IDC, etape kesatu ialah membuka jalanuntuk generasi multitasking yang terbaru, yakni multi-tasking 2.0. Sebuah konsep yang menciptakan tempat kerja masa sekarang mendukungsekian banyak  jenis kegiatan dengan teknologi mendukung.

Teknologi multitasking 2.0 menyokong perangkat keras yang dinamis, bisa ditangani dengan pelbagai permintaan software prosesor yang dimulai pada ketika yang bersamaan, dan memfasilitasi eksodus yang mulus diantaranya.

Pembaruan Perangkat

Lenovo, misalnya, mencantumkan teknologi perlengkapan keras Intel Turbo Boost Technology 2.0 pada desain produknya untuk menambah performa grafis dan prosesor saat mendapatkan beban kerja yang menuntut performa lebih tinggi.

“Lenovo pun mempunyai teknologi Lenovo Vantage, seperangkat program utilitas yang dapat menolong memfasilitasi proses multitasking secara otomatis dengan menata pengaturan PC guna memenuhi keperluan pemakaipada masa-masa tertentu,” demikian papar manajemen Lenovo Global.

Contohnya, ketika pemakai menyimak dokumen yang panjang, Lenovo Vantage akan mengolah pengaturan tampilan PC untuk menyerahkan pengalamanmenyimak yang lebih baik. Teknologi ini bakal mengembalikannya padapenataan yang lebih intensif saat pemakai memulai menciptakan presentasi atau menyimpan video.

Multitasking 2.0. dapat juga memakai dua monitor dikomparasikan satu, atau dapat menghubungkan monitor lebih banyak dengan laptop. Cara ini dapat menolong meningkatkan produktivitas.

Pengguna dapat memakai headset untuk mengerjakan panggilan suara tanpamemerlukan tangan pemakai (untuk memegang telepon) ialah komponenurgen untuk lingkungan kerjamulti-tasking 2.0, serta dapat menambah produktivitas sampai 43 persen.

Cara bekerja Multi-tasking 2.0 menurut keterangan dari Lenovo bakal menghasilkan kecepatan, serta keterampilan untuk bekerja tanpamenantikan penyesuaian teknologi. Perusahaan perlu mengerjakan investasi pada dock Thunderbolt 2 yang 8 kali lebih cepat dikomparasikan USB 3.0, serta menawarkan bandwith empat kali lebih besar dikomparasikan dengan HDMI 1.4.

Dari sisi perlengkapan lunak, dibutuhkan software atau meningkatkan perangkat peripheral guna menyesuaikan empiris bekerja pada end point. Perangkat endpoint bakal menjadi penghubung produktivitas yang memfasilitasi persentase alur kegiatan pemakai yang semakin meningkat. hay/E-6


0 komentar:

Posting Komentar