Selasa, 16 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi iptek

Teknologi Informasi | 5 Startup Paling 
Inspiratif Versi ISS 2019


Teknologi Informasi  - Gelaran Indonesia Startup Summit (ISS) 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/4) dimeriahkan oleh 61 startup. Mereka adalahpara startup yang didukung Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melewati program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Dalam peluang ISS 2019 ini, Kemenristekdikti pun mengumumkan lima karyasangat menginspirasi dari kalangan startup. Lima startup paling berisiinspirasi tersebut antara beda Compac Motorcycle yang didapuk sebagai The Most Inspiring Startup.

Kedua, Juragan Kapal dengan produk Kapal Pelat Datar sebagai The Most Breakthrough Startup. Lalu Aruna Indonesia didaulat sebagai The Most Social Impact Startup.
Di samping itu, turut didapuk sebagai The Most Growing Startup yaitu produk GESITS besutan Institut Teknologi Sepuluh November yang bermitra dengan Wijaya Karya Konstruksi.

Terakhir, produk Katalis Merah Putih yang dinobatkan sebagai The Most Competitive Innovation.

Di samping mempromosikan karya terbaik startup, Kemenristekdikti menjadikan ISS sebagai pendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil startup terbaik Indonesia. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan sekian banyak  perusahaan startup yang didirikan anak muda Indonesia mulai dapat menghasilkan karya yang tidakmelulu bernilai inovatif dan berteknologi tinggi, namun pun sudahmenjangkau nilai komersial yang baik.

"Mayoritas generasi milenial itu dimotivasi untuk dapat membawa produknya mengarah ke pasar. Mereka juga diajar soal legal, branding, design thinking dan model bisnis. Kemenristekdikti menargetkan merekadapat menyinergikan proses inovasi yang efektif dengan aspek komersialitasnya," tutur Nasir di lokasi.

Pihaknya menilai PPBT menjadi penyelesaian jangka panjang menyongsong bonus demografi Indonesia. Menristekdikti pun menjelaskan bahwa fenomena peningkatan itu sudah dialami Kementeriannya dalam kurun masa-masa 2015sampai 2019 ini.

Hal tersebut terlihat dari jumlah proposal inovasi dan teknologi yang masuk kian bertambah dalam kumpulan bidang fokus. Sedikitnya terdapat tujuh bidang konsentrasi di luar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terus dikembangkan program ini.

Bidang itu antara beda Pangan, Kesehatan dan Obat-Obatan, Pertahanan Keamanan, Energi, Transportasi, Material Maju dan Bahan Baku.

"Pola pemilihan calon startup atau kadang dinamakan dalam istilah tenant yang sukses dan diasistensi pun tidak sekedar mengekor tren yang sedang populer semata," sebut Nasir.

PPBT sendiri, lanjutnya, tidak memberi batas pengembangan startup di Indonesia.

"PPBT berjuang menjaga ekuilibrium antara permintaan kalangan industri atas temuan baru dari mereka, dengan keperluan pengembangan sekian banyak  alat-alat kehidupan masyarakat keseharian di masing-masing wilayah asal tenant bersangkutan,"

0 komentar:

Posting Komentar