Selasa, 16 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi ilmu alamiah dasar

Teknologi Informasi | Menristekdikti Ancam Pecat 
Rektor Unri Terkait Radikalisme



Teknologi Informasi -  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menakut-nakuti akan memecat Rektor Universitas Riau (Unri) Aras Mulyadi dari jabatannya. Hal tersebut bersangkutan pekerjaan perakitan bom oleh tersangka teroris di kampusnya.

"Kemungkinan [pemecatan]. Lihat tingkat kesalahannya. Kalau dia ialah pendukung, beda lagi urusannya," ujar Nasir di Jakarta, Senin (4/6).

Saat ini, Nasir menyinggung pihaknya sedang mengecek Aras secara intensif guna meyakinkan apakah temuan tersangka teroris di Unri ialah karena kelalaiannya sebagai rektor atau bukan.

Lihat Juga : Belajar Sampai Negeri China, RI Dapat Wawasan Soal Smart Maritime


"Ini belum kami pelajari. Kami lagi mengoleksi data dan informasi sebab kampus mesti sungguh-sungguh bebas dari radikalisme. Harus bersih. Tidak boleh lagi," kata Nasir.
Mantan rektor Universitas Diponegoro tersebut akan memanggil semua rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan lembaga Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) guna mencegah permasalahan Unri terulang.

"Nanti tanggal 25 Juni saya bakal kumpulkan rektor PTN, direktur, politeknik, kopertis bakal saya kumpulkan dan bicara rinci bagaimanateknik sistem pengamanan dalam kampus," kata Nasir.

Terkait pencegahan radikalisme di kampus, Nasir berencana memasukkan ilmu sosial dasar sebagai kurikulum mesti mahasiswa eksakta dan ilmu alamiah dasar guna mahasiswa sosial humaniora.
Rencana tersebut berkaitan dengan pengakuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyinggung mahasiswa eksakta lebihgampang terpengaruh paham radikalisme.

"Ini telah mulai masuk tahun ini. Saya suruh masukan kurikulum," ujarnya.

Pada Sabtu (2/6), Detasemen Khusus 88 Antiteror menciduk seorangtersangka teroris di Universitas Riau berinisial MNZ.

MNZ adalahmantan mahasiswa Unri. Ia diciduk sekitar pukul 13.30 WIB di dalam Kampus Unri.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan pada pukul 13.30 WIB, Densus mengerjakan penggeledahan di kampus Unri Fakultas Fisipol, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Polisi pun menemukan bom rakitan di kampus tersebut.

Sementara itu, Aras menyinggung pihak kampus sama sekali tidak mencurigaisemua kegiatan, khususnya yang melibatkan lulusan di di antara perguruan tinggi tertua di Riau tersebut.

Atas dasar itu, Aras menyatakan sangat menyayangkan insiden tersebut. Terlebih, tersangka teroris memakai gelanggang mahasiswa untukmemblokir jejak penciptaan bom rakitan yang diduga akan dipakai menyerang DPR dan DPRD Riau.

0 komentar:

Posting Komentar