Senin, 15 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi itu seperti apa

Teknologi Informasi | Sukses Itu Bagian 
dari Proses Belajar



Teknologi Informasi  - Kesuksesan dan belajar mempunyai hubungan kausalitas yang paling kuat. Bahkan, masing-masing keberhasilan yang diraih seseorang pada hakikatnya adalahbagian dari proses belajar. Itu sebabnya, seseorang yang telahsukses mencapai sesuatu, tak boleh berhenti belajar. Dengan belajar, iadapat memperbaiki diri dan menambah kemampuannya secara terus-menerus,guna mendapatkan keberhasilan pada level yang lebih tinggi. Ia jangan merasa sangat tahu atau sangat hebat. Sebab andai merasa demikian, berarti dirinya telah tamat.

“Saat seseorang beranggapan sudah tahu segalanya maka sama saja orangtersebut mati. Sebagai pribadi, ia berhenti guna bertumbuh,” kata Muhammad Aidil Zulkifli, presiden direktur PT Digital Alpha Indonesia, penyedia layanan pinjaman online mikro kesatu di Indonesia yang dikenal dengan nama Uang Teman.

Filosofi yang ditanamkan Muhammad Aidil Zulkifli sungguh relevan dengan industri teknologi keuangan (financial technology/ fintech) yang paling dinamis, adaptif, serta senantiasa menuntut ide, inovasi, dan pembaruan secara terus-menerus.

“Uang Teman didirikan dengan gagasan yang dalam dunia digital diistilahkan sebagai disruptif. Itu sebab semangatnya ialah memberikan sesuatu yang baru,” ujar penduduk negara Singapura kelahiran 22 Oktober 1985 tersebut.

Tak mengherankan andai dalam memimpin Uang Teman, Aidil berupaya mendorong masing-masing karyawan perusahaan rintisan (startup) peer to peer (P2P) lending atau layanan bisnis pinjaman dari pemakai ke pemakaitersebut senantiasa menghadirkan gagasan dan inovasi baru. “Saya tidak jarang kali membuka ruang untuk setiap karyawan guna mewujudkan ide-idenya, sekecil apa pun gagasan tersebut,” tegas dia.

Uang Teman, di antara pelopor industri fintech lending di Indonesia, didirikan untuk menolong masyarakat yang hendak mendapatkan akses kredit. Sekitar 90% nasabah Uang Teman tidak mempunyai akses terhadap layanan kredit perbankan. “Nasabah kami telah menjangkau 80 ribu lebih,” tutur dia.

Aidil Zulkifli optimistis Uang Teman akan terus bertumbuh dan berkembang di Indonesia. Terlebih industri fintech di Tanah Air sedang merasakan revolusi besarbesaran, di mana platform penyedia pinjaman berbasis teknologi sukses mendobrak dan menjadi pendorong utama industri fintech di Indonesia.

Ayo Baca : SEJARAH ARUS INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI GLOBAL DALAM KOMUNIKASI INTERNASIONAL

Apa saja teknik sukses Muhammad Aidil Zulkifli? Bagaimana iamerealisasikan nilai-nilai kepemimpinan? Apa obsesinya tentang industri fintech di Indonesia? Benarkah 2019 bakal menjadi tahun penentu masa mendatang industri fintech P2P lending di Indonesia? Berikut penuturan lengkapnya untuk wartawan Investor Daily Imam Suhartadi di Jakarta, baru-baru ini:

Bisa diterangkan perjalanan karier Anda sampai mendirikan dan memimpin Uang Teman?

Saya menegakkan Uang Teman sebagai perusahaan rintisan saya yang ketiga. Sebelumnya saya menciptakan Cekaja.com dan LoanGarage. Dua perusahaantersebut diakuisisi investor sebab mempunyai prospek yang menarik. Awalnya saya merasa lumayan puas sebab mendapatkan dana yang cukup. Tapi sesudah dipikirpikir, kelihatannya hasil dari akuisisi belumlumayan untuk dana pension saya. Karena itu, kesudahannya sayamenyimpulkan untuk menegakkan Uang Teman, platform fintech yangmenyerahkan pinjaman mikro cepat dan tanpa jaminan.

Anda punya latar belakang edukasi fintech?

Latar belakang edukasi saya ialah hukum. Setelah menjalani kuliahsekitar empat tahun dan meraih gelar sarjana hukum (dengan predikat honours) dari Fakultas Hukum National University of Singapore (NUS). Setamat dari NUS, saya malang melintang di sebanyak firma hukum.

Saya pernah menimba empiris untuk isu hokum internasional, cyber crimes dan arbitrasi. Bahkan sekitar dua tahun saya pernah menjalani full time lawyer guna commercial litigation. Justru sebab terjun di bidang hukumtersebut akhirnya saya tahu tidak sedikit orang yang ternyatamemerlukan pinjaman duit secara cepat dan dapat diandalkan. Banyaksejawat saya yang mengeluhkan lamanya proses pencairan pinjaman, padahalduit yang dibutuhkan kecil. Makanya saya terpikir guna terjun ke dunia fintech. Awalnya tidak sedikit yang memandang gagasan saya gila,menyerahkan pinjaman tanpa agunan dan prosesnya tanpa tatap muka dengan nasabah. Tapi semakin gagasan itu dirasakan gila, saya malah semakin bersemangat.

Berapa tidak sedikit nasabah dan kredit yang disalurkan Uang Teman?

Pertumbuhan Uang Teman masih positif. Jika dirata-rata semenjak melayani nasabah pada 2015, Uang Teman mencatatkan perkembangan lebih dari 200%masing-masing tahun. Jumlah nasabah pun terus bertambah, total telah 80 ribu lebih nasabah yang memanfaatkan layanan Uang Teman. Saya bercita-cita momentum positif ini dapat terus kami pertahankan masing-masing tahun.

Anda mengembangkan bisnis fintech di Indonesia, bukankah industri fintech di Singapura lebih berkembang?

Betul, fintech di Singapura telah maju. Tapi bukan tersebut poinnya. Salah satu dalil saya menegakkan Uang Teman ialah karena tidak sedikit orang yang mempunyai masalah dalam mengakses layanan kredit. Karena itu, saya memilih menegakkan Uang Teman di Indonesia, karena masyarakatnyatidak sedikit yang belum dapat mengakses layanan perbankan. Artinya, kami turut menolong memberikan credit score guna mereka. Secara jangka panjang, credit score itu dapat memudahkan nasabah kami pun untukmengemukakan kredit untuk perbankan di lantas hari. Jika lantas Uang Teman menjadi perusahaan besar atau bahkan menjadi Unicorn, untuk saya itu ialah bonus.

Ada rencana IPO?

Go public atau penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) sahampasti saja rencana yang baik. Tapi sekali lagi, tersebut bonus sebab tujuan Uang Teman ialah membantu masyarakat.

Kelebihan Uang Teman dibanding yang lain?

Pada prinsipnya Uang Teman muncul untuk memberikan fasilitas masyarakat yang memerlukan dana dalam masa-masa cepat. Uang Teman sebagai pelopor fintech P2P lending di Indonesia memperlihatkan bahwa model bisnis yang kami jalankan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Tentu sajatersebut salah satu kelebihan kami.

Artinya kami mempunyai kredibilitas dan akuntabilitas sebagai perusahaan P2P lending yang terpercaya. Apalagi ketika ini masalah keyakinan terhadap industri ini sedang menjadi sorotan publik, sampai-sampai aspek public trust tersebut menjadi salah satu kelebihan kami.

Aspek lainnya ialah pertumbuhan distribusi yang trennya meningkat, diimbangi tingkat kredit bermasalah (non performing loans/NPL) kami yang tetap terjaga, Itu memperlihatkan bahwa operasional Uang Teman paling baik.

Terobosan kita yang sangat strategis di Uang Teman?

Saya yakin masing-masing keputusan yang saya ambil sekitar ini,pastinya atas pertimbangan dan masukan dari kesebelasan manajemen yang lain, merupakan tahapan strategis guna kelangsungan perusahaan. Sebagai pelopor di bisnis fintech P2P lending, pasti kami menghadapi tidak sedikit ‘persimpangan jalan’ yang memerlukan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat agar kami tidak salah jalan. Tren perkembangan bisnis yang positif ketika ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan yang saya buat paling strategis. Dengan begitu, Uang Teman dapat terus melayani masyarakat.

Apa kesempatan dan kendala terbesar fintech di Indonesia?

Terus menggeliatnya industry fintech mengindikasikan bahwa kesempatan industri ini guna terus tumbuh masih paling besar. Tapi tersebut juga adalahtantangan sebab perlu pendidikan yang berkelanjutan untuk masyarakat agar mereka dapat mengelola pinjaman dari fintech secara produktif.

Kita pasti pernah mendengar banyaknya keluhan dampak pinjaman online,tersebut karena masyarakat masih butuh pemahaman lagi. Mereka tergiur oleh fasilitas dalam meminjan, namun lupa mengecek status pemberi pinjaman tersebut. Akibatnya, mereka terjerat pinjaman dari perusahaan fintech ilegal. Itu di antara tantangan terbesar dalam industri fintech di Indonesia ketika ini.

Industri fintech di Indonesia sedang merasakan revolusi besar-besaran. Ini dapat disaksikan terutama dari fakta bahwa semua platform penyedia pinjaman berbasis teknologi sukses mendobrak dan menjadi pendorong utamapertumbuhan industri fintech.

Sebelumnya mayoritas pemain fintech adalahpenyedia jasa pembayaran danwebsite pembanding. Sekarang fintech lending lebih dominan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan hingga akhir tahun ini jumlahnya perusahaan P2P lending akan meningkat menjadi 244 perusahaan disbanding tahun sebelumnya melulu 88 perusahaan. Data OJK menunjukkan, akumulasi nilai pinjaman yang disalurkan fintech lending di Indonesia telah menjangkau Rp 23,2 triliun dengan tingkat perkembangan 800% lebih sejak mula beroperasinya perusahaanperusahaan fintech lending.

Pertumbuhan industri yang masif sekitar dua tahun terakhir semenjak dikeluarkannya Peraturan OJK No 77 Tahun 2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (POJK 77) tidaklah mengejutkan. Tren perkembangan positif tentunya diinginkan terus berlanjut dalamsejumlah tahun ke depan. Tahun 2019 ini unik dan barangkali akan menjadi penentu perkembangan fintech pendanaan di Indonesia pada masa mendatang.

Secara khusus, tahun ini bakal menjadi tahun percobaan, di mana anda akan memahami apakah pasar, infrastruktur, siklus kredit, dan modal yang tersedia untuk industri ini bakal mendorong perkembangan industri secara berkesinambungan. Tahun ini pun sepertinya akan mengindikasikan bagaimana sekian banyak  platform di dalam industri fintech bakal mulai terkonsolidasi. Itu ialah hal yang lumrah dan tidak terhindarkan sebagai konsekuensi dari semakin ketatnya kompetisi.

Seberapa besar akibat konsolidasi pada industry fintech?

Dalam jangka pendek kondisi ini bakal menyakitkan untuk para investor yang menanamkan modalnya pada platform yang tidak menjalankan tata kelola yang baik, atau bahkan lebih menyakitkan untuk industri.

Namun, dalam jangka panjang, ini akan menyerahkan kebaikan untuk Indonesia, sebab pada kesudahannya pasar akan dipenuhi oleh platform yang benar-benar mempunyai kapabilitas paling baik dalam bersaing untuk memperebutkan konsumen. Keberhasilan atau kegagalan layanan finansial akan memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun ketika ini fintech pendanaan belum menjangkau skala yang lumayan signifikan untukdominan  pada stabilitas ekonomi, saya malah melihat bakal lebih baikandai proses konsolidasi terjadi pada waktu sekarang ini. Proses seleksi alam diperlukan supaya pemain lemah bisa digeser dari percaturan sejakmula sehingga standar tertinggi bisa diterapkan dan dipertahankan demiketenteraman ekonomi jangka panjang Indonesia.

Gaya kepemimpinan yang kita terapkan?

Uang Teman didirikan dengan gagasan yang dalam dunia digital diistilahkan sebagai disruptif. Itu sebab memang semangatnya ialah memberikan sesuatu yang baru. Saya tidak jarang kali mendorong masing-masing anggotakesebelasan di Uang Teman guna menghadirkan gagasan dan inovasi baru.

Sebagai perusahaan rintisan, pasti kami bakal terus mengupayakan lebih bersikap luwes dan menyesuaikan diri dengan suasana saat ini. Prinsipnya kami tidak jarang kali membuka ruang untuk setiap karyawan guna mewujudkan ide-idenya, sekecil apa pun gagasan tersebut.

Arti karyawan untuk Anda?

Karyawan adalahbagian penting untuk saya. Uang Teman dapat menjadi sebesar ini tentu sebab kontribusi masing-masing karyawan. Sebagai perusahaan teknologi, pengembangan teknologi di Uang Teman memang urgen supaya perusahaan dapat terus maju. Tapi saya tidak dapat menjalankan Uang Teman seorang diri. Karena itu, karyawan tetap adalahasset terpenting dalam peradaban Uang Teman.

Filosofi hidup Anda?

Saya sudah tumbuh guna percaya bahwa kepemimpinan bukanlah mengenai memerintah orang atau menunjukkan orang. Kami merencanakan, namun Tuhan yang memutuskan. Saya sudah belajar bahwa urusan terbaik sebagai seorang pemimpin ialah tidak memungut hal-hal secara pribadi, tetapimengemukakan pertanyaan mengenai apa yang saya kerjakan atau tidak lakukan, yang mengarah pada hasil ini. Saya jangan berhenti belajar. Saatberanggapan Anda tahu segalanya ialah saat kita mati sebagai individu karena tersebut berarti kita berhenti tumbuh.

Baca Juga : Mengenal Sejarah Internet

0 komentar:

Posting Komentar