Jumat, 12 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jadi apa

Teknologi Informasi


Teknologi Informasi | teknologi informasi jadi apa 
Teknologi InformasiPakar ketenteraman siber Doktor Pratama Persadha memandang perlu mengerjakan audit terhadap sistem teknologi informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjelang hari-H pemilu, 17 April 2019.

“Audit tersebut perlu. Siapa yang mengaudit? Ya, karena tersebut lembaga negara, yang sangat benar ialah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” kata Pratama Persadha kutip Antaranews.com di Semarang, Jawa Tengah, Jumat pagi (12/04/2019).

Pratama yang pernah sebagai Ketua Tim Lembaga Sandi Negara (sekarang BSSN) Pengamanan Teknologi Informasi (TI) KPU pada Pemilu 2014 menyatakan bahwa audit tersebut bermacam-macam.
Baca Juga  Teknologi Informasi | Gojek Luncurkan Fitur Keamanan

Yakni, jelasnya, audit teknologi, audit ketenteraman informasi, serta audit sistem data dan informasi.

Menyinggung video yang memberitakan bahwa server (peladen) KPU sudah di-“setting” guna kemenangan pasangan calon presiden/wakil presiden tertentu, bahkan video ini sempat viral, Pratama yang pun Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) menegaskan bahwa informasi tersebut hoax.

“Dari bicaranya, telah jelas enggak memahami masalah pengamanan teknologi informasi. Apa maksudnya tiga lapis pengamanan? Bagaimana menghitungnya?” kata Pratama.

Sebelumnya, beredar hoax server KPU yang telah di-setting guna memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ketua KPU RI Arief Budiman yang didampingi semua Anggota KPU mengunjungi Bareskrim Polri di Jakarta pada Kamis (04/04/2019) untuk mengadukan tiga akun media sosial sebab telah menyebarkan video mengandung informasi bahwa server KPU sudah dikondisikan guna memenangkan pasangan capres-cawapres tertentu, ke media sosial Youtube dan Facebook.

Arief menegaskan informasi di video itu tidak benar. Pihaknya juga merasa terganggu dengan video yang beredar di medsos tersebut karena bisa mengganggu keyakinan publik terhadap KPU

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lantas menangkap dua terduga penyebar informasi soal permasalahan tersebu

0 komentar:

Posting Komentar