Kamis, 11 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Berdasarkan Fungsi sistem

Teknologi Informasi | Pencuri di Tiongkok Mengeksploitasi Cara Pembayaran 
Mobile dengan mengaplikasikan Fitur Pengenal Wajah untuk Mencuri


Seorang lelaki di Tiongkok baru-baru ini menemukan uangnya dicopet daritabungan banknya sesudah teman sekamarnya memindai wajahnya ketika iaistirahat untuk mengerjakan pembayaran online dengan fitur pengenal wajah. Insiden tersebut sekali lagi mengusung masalah ketenteraman bersangkutan teknologi berbasis biometrik.
Berdasarkan keterangan dari laporan tanggal 8 April 2019 oleh media Tiongkok, Chengdu Economic Daily, seorang pramusaji bermarga Yuanbermukim sekamar dengan dua temannya di Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang. Baru-baru ini, saat mengecek saldo di tabungan banknya, Yuan terkejutmengejar bahwa sisa di rekeningnya melulu tersisa 0,59 yuan (0,09 dolar Amerika Serikat) sebenarnya saldo yang ia mempunyai sekitar 12.000 yuan (1.787 dolar Amerika Serikat). Segera ia mengadukan pencurian tersebut ke polisi setempat.
Setelah investigasi awal, polisi mencurigai bahwa dua rekan sekamar Yuan, yang bermarga Liu dan Yang, barangkali telah menculik uang tersebut. Ketika polisi menginterogasi Liu dan Yang, mereka menyatakan menggunakan telepon pintar Yuan untuk mengerjakan pembayaran ketika Yuan tidur. Mereka tahu bahwa Yuan secara teratur memakai fitur pengenalan wajah untuk mengerjakan pembayaran online, sampai-sampai mereka memindai wajah Yuan untuk memakai uangnya.
Polisi pun menemukan bahwa seringkali fitur pengenal wajah tidak akanbermanfaat ketika mata seseorang tertutup. Namun, sebab mutu faedah pengenal wajah telepon pintar Yuan ialah di bawah standar, makamempermudah teman sekamarnya guna memindai wajahnya ketika Yuan tertidur.
Dalam sejumlah tahun terakhir, perusahaan teknologi Tiongkok sudah dengan giat mengembangkan dan mempopulerkan teknologi fitur pengenal wajah.
Pada tahun 2018, sekitar liburan Tahun Baru Imlek — di mana tidak sedikit orang pulang dusun untuk merayakan Tahun Baru Imlek bareng keluarga — stasiun kereta api Tiongkok mulai mengenalkan sistem pembayaran dengan memakai fitur pengenal wajah dalam skala besar, menggantikan sistem tiket dan sistem pengecekan identitas yang telah kuno.
Di samping itu, Alipay, layanan pembayaran mobile yang dibuat oleh raksasa teknologi Alibaba, mengenalkan stasiun “pembayaran dengan fitur pengenal wajah” kesatunya di toko jasmani di Shanghai pada bulan Desember 2018. Seorang pelanggan memindai komoditas terlebih dahulu,lantas menempatkan wajahnya di depan kamera untuk mengerjakan pembayaran. Dengan segera UnionPay dan WeChat Pay mengekor model itu di stasiun pembayaran mereka setiap di toko fisik. Tiga perusahaan ini, penyedia e-wallet terpopuler di Tiongkok, sudah mempopulerkan pemakaian fitur pengenal wajah guna pembayaran.
Namun, berkaitan dengan masalah privasi yang berhubungan dengan teknologi berbasis biometrik, semua pakar industri sudah lama mengaku keprihatinannya.
Tan Jianfeng, ketua Shanghai People Network Security Technology Co.,sebuah perusahaan ketenteraman dunia maya Tiongkok, mengatakan untuk People’s Daily yang dikelola pemerintah Tiongkok sekitar wawancara pada bulan Maret 2017 bahwa, andai kata sandi kamu dicuri, kamu dapatmenata ulang, namun informasi biometrik tidak dapat ditata ulang. Setelah fitur wajah kamu dicuri, kamu tidak dapat mengolah ke wajah lain.
Tan Jianfeng pun mengingatkan masyarakat guna tidak menggunakan faedah fitur pengenal wajah guna operasi online. “Di era big data, begitu otentikasi biometrik digunakan, mesti terdapat database guna penyimpanan fitur biometrik. Semua data bakal dikonversi ke kode mesin segera sesudah disimpan. Kode mesin apa pun bisa dihadang,” kata Tan Jianfeng.
Tan Jianfeng sendiri memilih guna tidak memakai sidik jari atau fitur pengenal wajah guna aktivasi perlengkapan elektroniknya atau sebagaipilihan pembayaran.
Namun, tidak sedikit orang Tiongkok lebih suka kenyamanan memakai teknologi tersebut.
Fitur pengenal wajah pun secara luas dipakai oleh otoritas Tiongkokmelewati kamera keamanan, yang sudah mendorong berpengalaman keamanan dan hak asasi insan untuk menambah kekhawatiran tentang pengawasan massa oleh otoriter yang melanggar privasi warganegara.

0 komentar:

Posting Komentar