Selasa, 09 April 2019

Teknologi Informasi | Pengantar Teknologi Informasi Edisi Revisi

Teknologi Informasi | Pemprov Banten Buat Layanan 
Pengaduan Masyarakat Berbasis Teknologi



Teknologi Informasi  - Visi tujuan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andhika Hazrumy salah satunya menciptakan reformasi birokrasi menjadi gampang dan berbasis teknologi.
Salah satu implementasi reformasi birokrasi ialah penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Beberapa bidang sudah dilakukan secara elektronik, laksana Sistem Informasi Manajemen Pengangggaran, dan Pelaporan (Simral), perijinan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sistem absensi, sistem pengukuran kinerja pemerintah, dan lain-lain.
     Tahun 2019 ini, Pemprov Banten merambah software baru, yakni adminsitrasi perkantoran dan pengaduan masyarakat.
“Ini babak baru Pemprov Banten dalam implementasi reformasi birokrasi,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Komari, Jumat (29/3/2019).
Komari mengatakan, masing-masing OPD sesudah sosialiasi mesti segera diimplementasikan.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan administrasi perkantoran khususnya di lembaga atau instansi pemerintahan yang seringkali dilakukan secara konvensional, sekarang sudah masuk babak baru yang dinamakan SPBE.
Hal ini tidak terlepas dari reformasi birokrasi, terutama dalam aspek tatalaksana, pengelolaan administrasi perkantoran dapat dilaksanakan dengan pertolongan teknologi informasi yaitu dengan membina sebuah informasi perkantoran secara elektronik.
     Untuk menyokong SPBE, Pemprov Banten melangsungkan sosialisasi tata naskah dinas elektronik melalui software Sistem Administrasi Perkantoran Maya (SiMAYA) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Masyarakat.
Menurutnya keberhasilan kinerja organisasi mesti didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi supaya terjadi keterpaduan SPBE.
Teknologi informasi telah adalahsuatu keperluan yang mutlak sampai-sampai perlu diterapkan, antara beda tata naskah dinas elektronik dan pengaduan masyarakat secara elektronik.
“Manfaat tata naskah dinas elektronik ini antara beda penghematan sumber daya laksana tenaga, kertas, masa-masa dan ongkos serta sekaligus efisiensi penghematan anggaran,” ucapnya dilansir dari Warta Kota.
Betapa tidak, dengan teknik konvensional, sebut saja guna mengirim surat, dibutuhkan berlembar-lembar surat yang harus dicetak atau print-out.
Di samping itu, guna mengirim surat-surat tersebut juga diperlukan tenaga caraka (staf pendahuluan surat) sedangkan jumlah caraka yang ada paling terbatas.
Lokasi antar satu kantor dengan kantor lainnya juga jaraknya tersebar.
“Dengan software diharapkan seluruh itu dapat diatasi sampai-sampai lebih efisien, efektif dan murah,” kata Komari.
Semenara itu, Komari pun menerangkan tentang software pengaduan masyarakat. Pemerintah Provinsi Banten telah mengembangan software e-Pormas yang lantas akan diintegrasikan dengan alikasi yang telah dikembangkan pemerintah pusat, yakni Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Lapor.
AP4N Lapor adalahbnsistem pengelolaan pengaduan yang terintegrasi dan berjenjang pada setiap pelaksana pelayanan publik dalam kerangka sistem informasi pelayanan public.
Sistem ini disusun untuk mendorong “no wrong door policy” yang memastikan hak masyarakat supaya pengaduan dari manapun dan jenis apapun disalurkan untuk penyelenggara pelayanan publik yang tepat dan berwenang.
Sistem ini mempunyai manfaat untuk Organisasi Perangkat Daerah. Yaitu sebagai bahan perencanaan pelayanan yang tepat sasaran dan tepat manfaat, sebagai bahan kajian untukmembetulkan kualitas layanan dan sebagai bahan masukan guna usulan pengusulan kegiatan.
Serta pastinya menjadi bahan kajian untuk memahami efisiensi dan efektiftas pengamalan program. Sosialisasi dihadiri utusan semua OPD di Lingkungan Pemprov Banten.
Usai pembukaan, peserta diserahkan kode admin untuk dapat akses ke dalam aplikasi. Pemaparan secara teknisa dan detail dikatakan Kepala Bidang Aplikasi Informatija dan Komunikasi Publik, Amal Herawan. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar