Senin, 29 April 2019

teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2



Sensus yang dilakukan Cambridge International yang adalahbagian dari Universitas Cambridge, mengkaji kehidupan sekolah di semua dunia untuk murid 12-19 tahun. Di Indonesia, mereka menyurvei 502 murid dan 637 siswa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai hasil riset Cambridge Internasional mengindikasikan pengembangan infrastruktur Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) di Indonesia telah berada di jalan yang benar. Ke depan Kemendikbud akan menambah pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan, tergolong melengkapi infrastrukturnya.

“Siswa Indonesia terus melanjutkan petualangan mereka sebagai pemikir masa depan, inovator, dan pemimpin. Integrasi teknologi untuk menyokong pembelajaran mereka akan menolong mereka bersaing dalam pasar global,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International Ben Schmidt, dikutip situs Cambridge International.

Baca Juga: perkembangan teknologi | director World Robotic

Berdasarkan Cambridge Internasional, murid Indonesia memakai teknologi dikelasnya melebihi murid di negara lain, bahkan mengungguli negara berkembang. Siswa Indonesia pun sangat tinggi secara global dalam memakai teknologi informasi atau ruang komputer sampai 40%. Mereka pun paling tinggi memakai komputer sebesar 54% di belakang AS. Lebih dari dua pertiga murid Indonesia (67%) memakai ponsel pintar di kelas. Biasanya mereka pun menggunakannya untuk menggarap pekerjaan lokasi tinggal (81%).

Kendati demikian, mereka masih memakai pensil dan kertas di ruang belajar dan di rumah. 90% guru pun masih memakai papan putih di kelas. Sebanyak 84% murid Indonesia nyaris menyamai murid AS yaitu 85% dalam pemakaian laptop untuk menggarap pekerjaan rumah. Passion terhadap teknologi barangkali tidak mengejutkan di Indonesia, sebab jumlah pemakai internet di Tanah Air menjangkau 143,26 juta pada 2017 menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca Juga: teknologi Informasi Televisi

Survei Pendidikan Global mengungkap murid Indonesia juga hendak tetap bersentuhan dengan dunia teknologi sesudah mereka lulus. Sebanyak 93% murid Indonesia mengaku hendak melanjutkan edukasi ke institusi yang lebih tinggi, 26% siswa hendak menjadi dokter atau dokter gigi, 7% murid Indonesia tertarik menjadi pengusaha. 6% murid memilih berkarier di bidang teknologi laksana menjadi developer peranti lunak, dan 39% siswa hendak belajar ilmu komputer.

Baca Juga: Teknologi Informasi Terkini

Sensus Pendidikan Global memotret situasi 20.000 murid dan guru di semua dunia, dengan konsentrasi 10 negara, tergolong Indonesia, Malaysia, AS, dan Argentina. Ben Schmidt mengungkapkan, sensus ini dapat memerikan pendalaman dan data kesatu untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dan teknologi secara global. Ini pun menjadi peluang untuk inovasi dan kreativitas dalam praktek pembelajaran.

Baca Juga: Teknologi Dan Komunikasi Kelas

0 komentar:

Posting Komentar