Senin, 01 April 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | DAI DIMINTA MAMPU BERADAPTASI dengan TEKNOLOGI INFORMASI

TEKNOLOGI INFORMASI | DAI DIMINTA MAMPU BERADAPTASI dengan 
TEKNOLOGI INFORMASI


TEKNOLOGI INFORMASI Kota Sukabumi mengaktifkan kaderisasi ulama dan dai kamtibmas. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mencetuskan dai profesional yang cocok dengan syariat Islam dan dapat menghadapi pertumbuhan teknologi informasi.

Upaya ini dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi yang melangsungkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) kaderisasi ulama angkatan V tahun 2019 di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi, Kamis (21/3). Diklat ini berupaya mencetak sejumlah empat puluh kader ulama dan empat puluh dai kamtibmas.
"Para ulama dan dai menghadapi kendala yang bertolak belakang di tengah pertumbuhan teknologi dan informasi,’" ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi disela-sela membuka diklat kaderisasi ulama dan dai. Hal ini mengakibatkan dai dan ulama mempunyai tantangan yang luar biasa.

Dai dan ulama kata Fahmi, dituntut untuk dapat beradaptasi dengan pertumbuhan teknologi dan informasi tersebut. Jangan hingga dai dan alim ulama ketinggalan dengan pertumbuhan teknologi dan informasi. Padahal ketika ini bidang dakwah semuanya terdapat dalam pengaruh kedua urusan itu.


Contohnya tugas alim ulama bersangkutan menangkal informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks yang sekarang luar biasa menyebar sebab percepatan teknologi. Informasi yang tidak benar ini hingga ke ruang individu atau privat sebab terhubung ke sarana gadget yang dipunyai mayoritas warga.
Jika tidak mempunyai ketahanan dari segi keagamaan dan kekokohan dari sisi keilmuan kata Fahmi, maka semua alim ulama dapat saja terjerumus dalam menyebarkan hoaks. Terutama dalam konteks Pilpres ini yang adalahpesta demokrasi diinginkan tidakterdapat berita hoaks.

Sehingga kata Fahmi, pemkot mengajak ayo sama-sama bersatu dan menjalin kesatuanmengawal kota aman dan kondusif. Salah satu metodenya jangan percaya isu negatif yang disebarkan medsos. Bila informasi tidak benar tidak disaring maka cemas terjadi friksi di masyarakat.

Kaderisasi ulama ini sambung Fahmi, diinginkan melahirkan alim ulama dan dai yang profesional. Dalam artian dakwahnya yang cocok tuntutan syariat Islam dan tidak gampang terprovokasi serta tidak gampang memprovokasi sebab mengutamakan kroscek atau tabayun serta dapat kuasai teknologi informasi.

Lebih lanjut Fahmi menambahkan, Kota Sukabumi masih dalam situasi aman dan kondusif berkat sokongan dari aparat ketenteraman yang menciptakan suasana paling aman. Kondisi ini pun muncul dengan sokongan para alim ulama yang berperan dalam menyejukkan umat.

Di sisi beda kata Fahmi pemkot pun menyambut positif adanya pemberdayaan usahapenduduk yang dilaksanakan Baznas dan MUI Kota Sukabumi. ‘’ Salah satu tugas alim ulama ikut mensejahterakan umat karena tidak saja tugas pemda,’’ cetus dia. Caranya penduduk diberdayakan melewati berbagai format program laksana Jongko Barokah dan kumpulan binaan usaha Baznas dan MUI.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muh Kusoy mengatakan, diklat kaderisasi ulama ini telah rutin dilaksanakan MUI. Harapannya bakal lahir dai dan ulama yang menguasai ilmu keagamaan dengan baik dan membalas tantangan zaman seperti pertumbuhan teknologi informasi


0 komentar:

Posting Komentar