Senin, 29 April 2019

teknologi informasi youthmanual |



platform edukasi dan karir asal Indonesia, segera mengerjakan pemeriksaan lebih lanjut berhubungan dengan isu peretasan dan jual beli 1,12 juta data akun pemakai platform itu di situ gelap Dream Market oleh peretas yang mengaku mempunyai nama Gnosticplayers.

Rizky Muhammad, Founder/CEO Youthmanual mengaku pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang potensi security breach yang menyebabkan bisa jadi bocornya data pemakai pada pagi tadi pukul 6.10 WIB. Hal ini sebagaimana diadukan kesatu kalinya oleh website The Hacker News.

Baca juga: Bantah Dibobol Gnosticplayers, Bukalapak Himbau Pengguna Ganti Password
“Saat tersebut juga kesebelasan security dan engineering kami langsung menindak lanjuti laporan dan mengerjakan pemeriksaan lebih dalam serta langkah-langkah pencegahan cocok dengan standar ketenteraman global,” ujarnya, Senin (18/03/2019).

Dia menambahkan, ketika ini kesebelasan engineering Youthmanual berupaya meyakinkan sistem dan infrastruktur perusahaan itu aman. Upaya pengamanan ini turut ditolong oleh praktisi-praktisi Cyber Security regional.

Baca juga: Running Text Puskesmas Diretas, Wali Kota Semarang: Orang Dalam Tak Terlibat
“Sebagai platform berbasis teknologi, ketenteraman informasi dan mengayomi data-data pemakai ialah prioritas dan komitmen utama kami,” ujarnya.

Seperti tidak sedikit diberitakan, seorang hacker mempunyai nama Gnosticplayers menyatakan menjual data 890 juta akun pemakai yang diretas dari 32 website populer yang dipasarkan dalam tiga ronde yang berbeda.

Baca juga: PM Australia Tuding Negara Asing Dalangi Peretasan Sistem Komputer Parpol
Dilansir dari The Hacker News, identitas peretas tersebut diketahui berasal dari Pakistan, dan sebelumnya mengklaim sudah meretas puluhan website populer perusahaan. Peretas tersebut pasa tahun lalu menciptakan tiga ronde penjualan akun pemakai di website pasar gelap online mempunyai nama Dream Market, di mana ia memposting rinci 620 juta akun yang diretas dari 16 website pada ronde kesatu, 127 juta akun dari 8 website pada ronde kedua, dan 92 juta data akun dari 8 website pada ronde ketiga penjualan.

Sementara, ronde keempat dianggap memuat nyaris 27 data pemakai yang berasal dari 6 situs, di mana dua diantaranya berasal dari Indonesia yakni platform dagang-el Bukalapak dan platform edukasi dan karir Youthmanual.

Peretas tersebut mengaku memasarkan data akun pemakai dari tiap-tiap website tersebut di Dream Market senilai 1.2431 bitcoin, atau senilai US$5.000, atau setara dengan Rp71,16 juta.

Baca Juga : teknologi informasi yang digunakan tokopedia
Baca Juga : teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2
Baca juga : teknologi informasi dan komunukasi kelas xii

0 komentar:

Posting Komentar