Senin, 29 April 2019

teknologi informasi youthmanual |



platform edukasi dan karir asal Indonesia, segera mengerjakan pemeriksaan lebih lanjut berhubungan dengan isu peretasan dan jual beli 1,12 juta data akun pemakai platform itu di situ gelap Dream Market oleh peretas yang mengaku mempunyai nama Gnosticplayers.

Rizky Muhammad, Founder/CEO Youthmanual mengaku pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang potensi security breach yang menyebabkan bisa jadi bocornya data pemakai pada pagi tadi pukul 6.10 WIB. Hal ini sebagaimana diadukan kesatu kalinya oleh website The Hacker News.

Baca juga: Bantah Dibobol Gnosticplayers, Bukalapak Himbau Pengguna Ganti Password
“Saat tersebut juga kesebelasan security dan engineering kami langsung menindak lanjuti laporan dan mengerjakan pemeriksaan lebih dalam serta langkah-langkah pencegahan cocok dengan standar ketenteraman global,” ujarnya, Senin (18/03/2019).

Dia menambahkan, ketika ini kesebelasan engineering Youthmanual berupaya meyakinkan sistem dan infrastruktur perusahaan itu aman. Upaya pengamanan ini turut ditolong oleh praktisi-praktisi Cyber Security regional.

Baca juga: Running Text Puskesmas Diretas, Wali Kota Semarang: Orang Dalam Tak Terlibat
“Sebagai platform berbasis teknologi, ketenteraman informasi dan mengayomi data-data pemakai ialah prioritas dan komitmen utama kami,” ujarnya.

Seperti tidak sedikit diberitakan, seorang hacker mempunyai nama Gnosticplayers menyatakan menjual data 890 juta akun pemakai yang diretas dari 32 website populer yang dipasarkan dalam tiga ronde yang berbeda.

Baca juga: PM Australia Tuding Negara Asing Dalangi Peretasan Sistem Komputer Parpol
Dilansir dari The Hacker News, identitas peretas tersebut diketahui berasal dari Pakistan, dan sebelumnya mengklaim sudah meretas puluhan website populer perusahaan. Peretas tersebut pasa tahun lalu menciptakan tiga ronde penjualan akun pemakai di website pasar gelap online mempunyai nama Dream Market, di mana ia memposting rinci 620 juta akun yang diretas dari 16 website pada ronde kesatu, 127 juta akun dari 8 website pada ronde kedua, dan 92 juta data akun dari 8 website pada ronde ketiga penjualan.

Sementara, ronde keempat dianggap memuat nyaris 27 data pemakai yang berasal dari 6 situs, di mana dua diantaranya berasal dari Indonesia yakni platform dagang-el Bukalapak dan platform edukasi dan karir Youthmanual.

Peretas tersebut mengaku memasarkan data akun pemakai dari tiap-tiap website tersebut di Dream Market senilai 1.2431 bitcoin, atau senilai US$5.000, atau setara dengan Rp71,16 juta.

Baca Juga : teknologi informasi yang digunakan tokopedia
Baca Juga : teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2
Baca juga : teknologi informasi dan komunukasi kelas xii

teknologi informasi yang digunakan tokopedia | "Nadi" Teknologi Masa Depan



Menristekdikti menuliskan Indonesia masih kelemahan sumber daya insan (SDM) di bidang kecerdasan produksi (AI) baik secara kuantitas maupun kualitas. Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tokopedia merupakan tahapan penting melahirkan berpengalaman kecerdasan produksi di Indonesia yang diinginkan dapat memenuhi keperluan perusahaan start up dan industri baik dalam maupun luar negeri. "Nanti alumni dari perguruan tinggi, dari UI dapat langsung dimanfaatkan industri, tergolong dalam urusan ini Tokopedia. Kalau ini dapat dilakukan secara massif, maka Indonesia ke depan tidak bakal mengalami kendala dalam sumber daya manusia," ujar Menristekdikti. Tenaga berpengalaman AI Melalui rilis sah Kemenristekdikti, Nasir menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja/industri. Perguruan tinggi mesti bisa bersinergi dengan dunia industri supaya tidak terjadi ‘gap’ antara alumni perguruan tinggi dan keperluan di dunia kerja. Baca juga: Mochtar Riady: AI & Big Data Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0 "Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi ke depan dapat bekerjasama dengan industri sebagai pemakai. Kalau perguruan tinggi tidak pernah bekerjasama dengan industri, tersebut akan merasakan gap yang spektakuler antara alumni dengan pemakainya nanti," ungkap Menristekdikti. Nasir mengucapkan saat ini perusahaan rintisan masih membutuhkan tidak sedikit tenaga berpengalaman di bidang ilmu komputer dan sistem informasi, lebih spesifiknya dalam kepintaran buatan. UI diharapkanmenjadi di antara perguruan tinggi yang bisa memenuhi keperluan ini masa mendatang. Kolaborasi "unicorn" Menristekdikti mendorong tidak melulu UI dan ITB saja ketika ini sudah bekerjasama dengan "unicorn" menyusun pusat riset dan pengembangan artificial intelligence, namun perguruan tinggi lainnya pun turut bersaing untuk bekerjasama dengan perusahaan pemula maupun perusahaan besar. Dalam peluang sama Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengucapkan perguruan tinggi tidak boleh menyaksikan perkembangan teknologi sebagai hambatan, tetapi harus dengan adaptif mengekor perguruan tinggi tersebut melewati kolaborasi dengan industri. "Kita tahu kehidupan anda sehari-hari paling tergantung dari pertumbuhan teknologi. Itu tidak dapat kita hindari. Teknologi ini anda kenal dengan istilah industri 4.0, terdapat disruptive technology, yang inginkan tidak mau anda harus mengolah perilaku kita," ujarnya. "Nadi" teknologi Kepala Pejabat Eksekutif atau Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya mengucapkan diantara pertumbuhan teknologi yang butuh diantisipasi Indonesia, artificial intelligence bakal menjadi dasar pertumbuhan teknologi masa mendatang untuk sekian banyak  lini industri. "Satu dasawarsa yang kemudian semuanya bicara mengenai internet. Dua tahun kemudian semuanya bicara mengenai mobile internet, tahun ini mulai semuanya bicara mengenai artificial intelligence," tegasnya. Ia menambahkan, "Teknologi tersebut akan tidak jarang kali berubah, tetapi AI ini menjadi nadi dari teknologi ke depan, dan tersebut.

Baca Juga : teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2
Baca Juga : teknologi informasi dan komunukasi kelas xii
Baca Juga : teknologi pembelajaran | teknologi informasi

teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2



Sensus yang dilakukan Cambridge International yang adalahbagian dari Universitas Cambridge, mengkaji kehidupan sekolah di semua dunia untuk murid 12-19 tahun. Di Indonesia, mereka menyurvei 502 murid dan 637 siswa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai hasil riset Cambridge Internasional mengindikasikan pengembangan infrastruktur Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) di Indonesia telah berada di jalan yang benar. Ke depan Kemendikbud akan menambah pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan, tergolong melengkapi infrastrukturnya.

“Siswa Indonesia terus melanjutkan petualangan mereka sebagai pemikir masa depan, inovator, dan pemimpin. Integrasi teknologi untuk menyokong pembelajaran mereka akan menolong mereka bersaing dalam pasar global,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International Ben Schmidt, dikutip situs Cambridge International.

Baca Juga: perkembangan teknologi | director World Robotic

Berdasarkan Cambridge Internasional, murid Indonesia memakai teknologi dikelasnya melebihi murid di negara lain, bahkan mengungguli negara berkembang. Siswa Indonesia pun sangat tinggi secara global dalam memakai teknologi informasi atau ruang komputer sampai 40%. Mereka pun paling tinggi memakai komputer sebesar 54% di belakang AS. Lebih dari dua pertiga murid Indonesia (67%) memakai ponsel pintar di kelas. Biasanya mereka pun menggunakannya untuk menggarap pekerjaan lokasi tinggal (81%).

Kendati demikian, mereka masih memakai pensil dan kertas di ruang belajar dan di rumah. 90% guru pun masih memakai papan putih di kelas. Sebanyak 84% murid Indonesia nyaris menyamai murid AS yaitu 85% dalam pemakaian laptop untuk menggarap pekerjaan rumah. Passion terhadap teknologi barangkali tidak mengejutkan di Indonesia, sebab jumlah pemakai internet di Tanah Air menjangkau 143,26 juta pada 2017 menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca Juga: teknologi Informasi Televisi

Survei Pendidikan Global mengungkap murid Indonesia juga hendak tetap bersentuhan dengan dunia teknologi sesudah mereka lulus. Sebanyak 93% murid Indonesia mengaku hendak melanjutkan edukasi ke institusi yang lebih tinggi, 26% siswa hendak menjadi dokter atau dokter gigi, 7% murid Indonesia tertarik menjadi pengusaha. 6% murid memilih berkarier di bidang teknologi laksana menjadi developer peranti lunak, dan 39% siswa hendak belajar ilmu komputer.

Baca Juga: Teknologi Informasi Terkini

Sensus Pendidikan Global memotret situasi 20.000 murid dan guru di semua dunia, dengan konsentrasi 10 negara, tergolong Indonesia, Malaysia, AS, dan Argentina. Ben Schmidt mengungkapkan, sensus ini dapat memerikan pendalaman dan data kesatu untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dan teknologi secara global. Ini pun menjadi peluang untuk inovasi dan kreativitas dalam praktek pembelajaran.

Baca Juga: Teknologi Dan Komunikasi Kelas

teknologi informasi dan komunikasi kelas xii



Talent Scholarship 2019" merupakan program beasiswa pelatihan intensif guna 25.000 peserta yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam menyongsong revolusi industri 4.0. Coding Teacher Academy (CTA) merupakanprogram beasiswa pelatihan intensif yang tersingkap untuk guru PNS maupun non-PNS SMK/SMA/MA/SMALB negeri dan swasta yang mengajar bidang TIK (atau yang bersangkutan). Persyaratan Umum 1. Warga negara Indonesia 2. Usia maksimal 45 tahun pada ketika meregistrasi Baca juga: Beasiswa Kominfo Digital Talent 2019 guna SMK Disertai Uang Saku 3. Guru SMK/SMA/MA/SMALB negeri dan swasta yang mengajar bidang TIK (atau yang bersangkutan) 4. Lolos seleksi administrasi dan tes substansi 5. Tidak mengundurkan diri bila diputuskan lulus seleksi 6. Bersedia mengikuti peraturan dan tata tertib serta mengekor pekerjaan sampai akhir Hak Peserta 1. Mengikuti program pelatihan sesuai tema dan lokasi yang telah dipilih pada saat mendaftarkan diri. 2. Mengajukan pertanyaan guna perguruan tinggi atau lembaga pelaksana pelatihan tentang hal-hal bersangkutan materi pelatihan. 3. Menerima Sertifikat Digital sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dan/atau Sertifikat Kompetensi sesuai tema pelatihan yang diikuti. 4. Mengikuti Program Pasca Pelatihan bila dialami memenuhi persyaratan yang ditentukan. 5. Bagi peserta pelatihan FGA, VSGA, dan CTA, masing-masing berhak menerima; Seminar Kit, Pengganti fulus transport lokal sebesar Rp 750.000,- /bulan (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) yang akan diserahkan pada akhir pelaksanaan pelatihan, dan Mendapatkan akses terhadap fasilitas tertentu selama mengikuti pelatihan, seperti perpustakaan dan jaringan internet/wifi. Kewajiban Peserta 1. Menaati segenap seluruh aturan yang telah ditentukan oleh perguruan tinggi atau lembaga pelaksana pelatihan di mana ia tercatat sebagai peserta; 2. Mengikuti seluruh kegiatan pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan; 3. Mengisi Daftar Pertanyaan (Kuesioner) dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi; 4. Menjalani Tes Kepribadian untuk dapat mengikuti Program Pasca Pelatihan; 5. Bersikap jujur dan bertanggung jawab sebagai peserta Program Digital Talent Scholarship Tahun 2019 Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam hal ditemukan pelanggaran atas kewajiban yang dilakukan peserta, maka peserta inginkan dituntut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jadwal Pelatihan Kelas Online: 17 Juni 2019 (dilaksanakan serentak sebagai pendahuluan ruang belajar offline) Kelas Offline: 1-5 Juli 2019 (Batch I) 8-12 Juli 2019 (Batch II) 5-19 Juli 2019 (Batch III) Program Pelatihan Programming Essential in Python (Cisco) Program "Digital Talent Scholarship 2019" CTA membuka kuota untuk 2.000 peserta dan akan diselenggaran di BPPTIK Cikarang, Pusdiklat Jakarta, Pusat TIK Nasional Ciputat dan STMM Yogyakarta.

Teknologi Pembelajaran | Teknologi Informasi



 Teknologi Pembelajaran | Teknologi Informasi
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berujar, di era Revolusi Industri 4.0 dimana sudah tidak sedikit materi pembelajaran di Internet, guru perlu mengekor segala teknologi yang bisa membantunya mengajar.

Diutarakan Nasir ketika Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang pada Sabtu (20/4). Nasir mengingatkan guru tidak boleh melulu mengajar dari kitab pelajaran yang telah lama terbit.

"Di era kini ini guru jangan ketinggalan di dalam teknologi yang menyokong literasi, karena bila seorang guru tidak memahami teknologi ini tentu akan kalah oleh murid," ungkapnya.

Diutarakan Nasir dalam Sambutan Wisuda Berjudul Peran Perguruan Tinggi, Mahasiswa, dan Lulusannya Menjawab Tantangan Era Disrupsi Teknologi di Wisuda dan Dies Natalis ke-42 STKIP PGRI Jombang.

Baca: perkembangan Teknologi | Director World Robottic Explorer

Nasir mengingatkan ilmu yang diajarkan untuk murid tidak berhenti masing-masing tahun tetapi terus diperbarui, sampai-sampai guru jangan berpuas dengan kitab ajar yang lama.

"Jangan hingga menjadi dosen atau guru ketinggalan teknologi, dengan menggunakan kitab yang digunakan cetakan tahun-tahun yang lalu, tahun 2005 atau 2010, sebenarnya sekarang telah tahun 2019 dan mesti update," ungkap Nasir.

Baca: Teknologi Informasi Televisi

Lebih lanjut Nasir mengaku di era Revolusi Industri 4.0 ini bakal ada tidak sedikit mata latihan dan mata kuliah yang bisa diajarkan tanpa guru atau dosen sama sekali, sampai-sampai guru dan dosen butuh meningkatkan keterampilan mengajarnya pun dengan pertolongan teknologi, sehingga mereka masih dapat menyerahkan pengajaran yang maksimal.

Baca : Teknologi Informasi tentang sistem Informasi

"Sekarang dunia pengajaran sudah memakai sistem pembelajaran yang tidak lagi memakai orang lagi. Kami datang ke Korea Selatan, Jepang dan China bahkan hingga dengan Kanada. Ada sebuah proses pembelajaran dimana mahasiswa telah tidak lagi bersentuhan dengan orang di tingkat edukasi tinggi," ungkap Nasir.

Dalam peluang yang sama Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi menuliskan guru di Indonesia bakal tetap diperlukan di era Revolusi Industri 4.0 sekitar mereka terus menambah profesionalismenya.

"Profesionalisme ialah kata kunci dan menjadi perhatian global, karena tersebut dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, anda akan terus belajar dan profesionalisme itulah yang menjadi kuncinya. Dengan terus menajamkan diri insya Allah anda akan dapat memposisikan diri apapun tantangannya di era 4.0," ungkap Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Setelah menyerahkan sambutan wisuda, Menristekdikti meresmikan Gedung Student Center STKIP PGRI Jombang.

Rangkaian kegiatan di Jombang ini dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi, President Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies Richardius Eko Indrajit.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (Jawa Timur) Suprapto, Bupati Jombang Munjidah Wahab, semua eselon Pemerintah Kabupaten Jombang, ketua dan anggota Senat Akademik STKIP PGRI Jombang beserta semua dosen, serta wisudawan dan wisudawati bareng orang tua masing-masing.

Perkembangan Teknologi | Director World Robotic Explorer



Director World Robotic Explorer (WRE) Indonesia atau Pendiri Rumah Robot Indonesia Jully Tjindrawan menilai pertumbuhan teknologi mesti diluncurkan pada anak semenjak sejak umur dini. Pasalnya, tersebut adalahusia emas (3-8 tahun) sang anak dalam mempelajari tidak sedikit hal.

"Jadi pembelajaran karakter dan teknologi mesti diserahkan kepada anak-anak, lagipula kita bakal ke revolusi 5.0 yang nantinya bakal bersahabat dengan Robotik," ujarnya pada seminar Rumah Robot Indonesia bareng Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Menuju Indonesia 4.0, di Season City Jakarta Selasa (23/4/2019).


Era 4.0, Guru TK Diminta Ajarkan Teknologi ke Anak Muridnya
Guru Jadi Kunci Penyiapan Generasi Era 4.0
Hadiri Wisuda ke-42 STKIP PGRI Jombang, Menristekdikti Ajak Jadi Guru Abad 21




Dia menuturkan, anak-anak ketika ini telah pintar dalam berteknologi sebab hadirnya smartphone. Oleh sebab itu, pihaknya bakal mensosialisasikan untuk guru-guru TK di semua Jakarta guna mengajarkan apa akibat positif dari teknologi itu.

"Bahkan saya berdoa tiga tahun ke depan telah ada 300 lokasi di semua Indonesia dapat ada robotik," tutur dia.


Dia pun mengimbau untuk para pendidik bangsa, supaya bisa berangjangsana ke lokasi tinggal di robot. "Dan kami bercita-cita semua masyarakat dari yang anak-anak hingga dewasa dapat menikmati teknologi. Di mana teknologi ini cikal akan untuk mengajari anak bangsa," kata dia.

Kamis, 25 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi televisi

Teknologi Informasi | Ransomware Bikin Saluran 
TV tak Bisa Beroperrasi



Teknologi Informasi  - Weather Channel menjadi korban dari serangan ransomware, mengakibatkan siaran TV mestidihentikan di tengah siaran langsung.

Serangan siber ini terjadi di tengah cuaca buruk di tenggara Amerika Serikat danmenciptakan channel kabel tersebut tidak dapat beroperasi sekitar lebih dari satu jam. FBI berkata, dalil channel TV tersebut tidak dapat beroperasi ialah serangan ransomware yang sekarang tengah mereka selidiki.

"Kami merasakan masalah dengan siaran langsung pagi ini sesudah adanya serangan malware ke jaringan kami," kata channel TV tersebut dalam suatu tweet. Mereka menambahkan, adanya "mekanisme backup" memungkinkan mereka guna kembali beroperasi, lapor The Verge.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan pada semua penonton kami. Kami tengah berjuang untuk menuntaskan masalah ini."

Pada hari yang sama, channel tersebut memngaku bahwa mereka merasakan "masalah teknis"saat melakukan siaran langsung. Dalam suatu kicauan lain, mereka menuliskan bahwa mereka sudah dapat kembali mengerjakan siaran langsung untuk menyerahkan informasimengenai ancaman cuaca buruk.

Baca Juga :  Ponsel Lipat Galaxy Fold Dilaporkan Bermasalah,Samsung Tunda Rencana Peluncuran


Ransomware ialah tipe malware yang bakal mengunci file korban, memaksa mereka untukmenunaikan sejumlah duit pada pelaku andai mereka hendak file mereka kembali. Dalampermasalahan ini, tidak diketahui apa yang semua hacker minta.

Pada 2017, ransomware yang diperkirakan dikembangkan oleh Korea Utara menyebar di dunia. Serangan ini menyebabkan tidak sedikit komputer lumpuh. Jangkauan ransomware tersebut sangat luas, merangkum 150 negara, tergolong Indonesia.

Teknologi Informasi | teknologi informasi terkini

Teknologi Informasi | Ponsel Lipat Galaxy Fold Dilaporkan Bermasalah,Samsung Tunda Rencana Peluncuran



Teknologi InformasiGalaxy fold tak jadi dikenalkan pada 26 Aril 2019. Peluncuran ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Perusahaan ponsel pintar Samsung Electronics unik kembali seluruh sampel ponsel lipat miliknya yaitu Galaxy Fold yang sudah didistribusikan kepada sejumlah pengulas (reviewer atau influencer)

Hal tersebut dilaksanakan Samsung sebab mendapatkan sekian banyak  laporan masalah bersangkutan perlengkapan dari sebanyak jurnalis teknologi.

Akibat kejadian ini, Samsung pun harus menunda peluncuran Galaxy Fold mereka yang seharusnya dijadwalkan pada 26 April menjadi masa-masa yang tidak ditentukan.

Penundaan itu dilaksanakan untuk menginvestigasi laporan kehancuran yang diterima perusahaan. Dugaan mula yang ditemukan menunjukkan akibat pada area tersingkap dari engsel layar lipat ponsel.

Dalam sejumlah kasus, pengulas sudah mengupas lapisan tertentu di layar yang mereka anggap sebagai pelindung layar ponsel sekali pakai.

Baca Juga :  4 Teknologi Tercanggih HP, Siap Lawan Malware dan Virus!


“Merupakan bencana besar bahwa Samsung mengirim sampel ke reviewer tanpa instruksi yang jelas tentang teknik menangani perlengkapan tersebut,” kata Kim Young Woo, Analyst SK Securities laksana dikutip dari Reuters
Sebelumnya, Samsung mengerjakan fase pre-order untuk perlengkapan mutakhirnya itu. Akibat penundaan ini, perusahaan telah mengantarkan email untuk pelanggan bahwa mereka masih dalam antrean dan memastikan perangkat serta informasi teranyar yang bakal dikirim dalam masa-masa dekat.

Reuters melafalkan bahwa kejadian ini tidak begitu dominan terhadap penghasilan Samsung. Hanya aja, urusan ini sudah menciderai upaya perusahaan untuk memperlihatkan diri sebagai penggerak utama dari teknologi ponsel layar lipat secara komersial

Perusahaan yang berbasis di Korea Selatan tersebut berencana memasarkan 1 jutaperlengkapan Galaxy Fold pada tahun ini. harga yang dibandeol guna ponsel lipat itu berkisar US$1.980.

Teknologi Informasi | teknologi informasi tercanggih

Teknologi Informasi | 4 Teknologi Tercanggih HP, 
Siap Lawan Malware dan Virus!


Laptop HP seri HP Zbook x360 G5, HP Elitebook x360, dan HP ProBook x360 G1 tawarkangaransi untuk ketenteraman data dari serangan virus dan malware. Karena di seriteranyar tersebut, HP melengkapi dengan teknologi HP Sure Recover, HP Sure View Gen 2, HP Sure Start, dan Sure Run.
Teknologi itu sengaja diterapkan di seri tersebut sebab keamanan data menjadi prioritas HP.

Berdasarkan data yang diterima oleh Tribunnews.com, Jumat (29/3), malware di masa kini tidak lagi menyerang perangkat empuk tapi pun menyerang perlengkapan keras melewati modifikasi terhadap firmware-nya.

Atas dasar tersebut, teknologi HP Sure Start diciptakan. HP Sure Start telah aktif secara otomatis di komputer yang telah dihidupkan. Secara otomatis teknologi ini bakal mendeteksi andai ada serangan malware dan teknologi ini akan mencairkan kode firmwareandai mengalami serangan.



Untuk teknologi HP Sure Run yang dibungkus di tiga seri laptop tersebut, pemakai bakal mendapat garansi tambahan berupa kepastian bahwa komputer akan beraksi sepertipenataan awal. Bisa dikatakan, semua pemakai tidak butuh khawatir andai ada serangan virus. Mengingat, teknologi HP Sure Run bisa mem-backup fila pemakai ke kondisi mula secara otomatis.

Di samping itu, guna meyakinkan perlengkapan pemakai terbebas dari malware, HP pun membalut laptop seri HP Zbook x360 G5, HP Elitebook x360, dan HP ProBook x360 G1 dengan sistem yang modern HP Sure Recover.

Sistem ini bakal mempermudah proses pembersihan malware secara bersama-sama. Dengan demikian, staf TI tidak butuh lagi berkeliling satu persatu guna melalukan pembersihan malware di laptop. Pasalnya, pembersihan malware dapat dilaksanakan hanya dengan memanfaatkan jaringan kantor.

Terakhir, HP pun membalut tiga seri itu dengan teknologi HP Sure View Gen 2. Teknologi ini tentunya sangat berguna untuk para pemakai. Dengan teknologi ini, HP dapatmenanggulangi ancaman dari sang “pengintip layar”.

Mengingat, isi layar melulu akan terlihat jelas dari sudut pandang pemakai yang menghadap layar. Bahkan, teknologi ini bakal efektif mencegah mereka yang duduk di sebelah guna mengintip kata sandi atau informasi sensitif yang sedang diperlihatkan di layar.

Dengan seluruh teknologi tersebut, tentunya file dari semua pemakai laptop seri HP Zbook x360 G5, HP Elitebook x360, dan HP ProBook x360 G1 bakal lebih aman.


Baca Juga : Mahkamah Agung Luncurkan Program Teknologi Informasi 3.2.0, Apa Itu?

Rabu, 24 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi sistem informasi

Teknologi Informasi | Mahkamah Agung Luncurkan 
Program Teknologi Informasi 3.2.0, Apa Itu?



Teknologi InformasiKetua Mahkamah Agung (MA) RI Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H, meluncurkan software Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Tingkat Banding Versi 3.2.0. Berdasarkan keterangan dari Kepala Biro Hukum dan Humas MA RI Dr. Abdullah MS, peluncuran SIPP dilangsungkan di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)
"Peluncuran software ini dilakukan bersamaan dengan pekerjaan Pembinaan Pimpinan Mahkamah Agung yang melibatkan Pimpinan Pengadilan, Hakim, Panitera dan Sekretaris Tingkat Pertama dan Banding pada empat lingkungan peradilan di distrik Nusa Tenggara Timur," kata Abdullah untuk TIMES Indonesia, Senin (21/4/2019).

Berdasarkan keterangan dari Abdullah, sekitar ini software SIPP dipergunakan sebagai sarana perekaman data perkara di semua pengadilan, baik tingkat kesatu maupun banding di semua Indonesia.

"Dengan perekaman tersebut, pencarian perkara oleh aparatur pengadilan maupun masyarakat pencari keadilan menjadi lebih gampang dan murah. Sepanjang terkoneksi dengan jaringan internet, software ini bisa diakses dimana juga dan kapan pun," ujarnya.

Dengan software ini, lanjut Abdullah, pengadilan dapat menyerahkan transparansi untuk masyarakat pemakai pengadilan yang hendak mengetahui jalannya perkara serta hasil-hasil dan kegiatan persidangan. Bahkan, tambahnya, masyarakat dimudahkan untuk mengawasi pembiayaan perkaranya secara daring.

"Khusus untuk software tingkat banding, software ini dirancang berbasis web sampai-sampai ketersediaan datanya dapat dilaksanakan secara realtime. Manakala sebuah data perkara telah di-input di dalam SIPP Tingkat Banding, maka saat tersebut juga data perkara tersebut telah tersedia di web," papar Abdullah.

Cara kerja software ini, menurut keterangan dari Abdullah, bertolak belakang dengan software SIPP Tingkat Pertama yang mestidisingkronisasi terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat tersaji di situs SIPP tiap pengadilan.

"Dan guna mengejar supaya data tidak jarang kali update, maka pengadilan tingkat kesatu mesti mengerjakan singkronisasi setidaktidaknya tiga kali dalam sehari," terangnya.

Baca Juga : ABB kenalkan robot yang kolaborasi dengan manusia


Aplikasi SIPP Tingkat Banding ini, ujar Abdullah, sudah dikembangkansejak tahun 2016. Selama tersebut terus dikembangkan fitur-fiturnyasupaya masyarakat pencari keadilan tidak jarang kali terinformasisuasana perkaranya.

"Eksistensi software SIPP ini selanjutnya menegaskan komitmen Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang sedang di bawahnya guna mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung. Dimana di antara indikatornya ialah modern berbasis teknologi informasi terpadu," ujarnya.

Secara internal, kata Abdullah, software ini pun telah terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya di Mahkamah Agung, laksana Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP). Sehingga teknologi ini pun dapat difungsikan sebagai sarana guna memonitor dan mengevaluasi kinerja pengadilan, baik kinerja secara kelembagaan sebuah pengadilan maupun kinerja per individu.

"Hal ini lantas dapat dijadikan sebagai sumber pembinaan dan pemberian reward and punishment," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI Dr. Abdullah, MS.()