Senin, 12 Agustus 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dan komunikasi




TEKNOLOGI INFORMASI - Baru-baru ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku keinginannya untuk memantau konten di kanal digital, laksana YouTube, Netflix, sampai media sosial laksana Facebook. Alasannya, supaya konten di kanal digital itu "layak tonton" dan "mempunyai nilai edukasi" serta guna "menjauhkan masyarakat dari konten berbobot  berbobot  berkualitas rendah". KPI pun menyoroti kalangan milenial yang mereka sebut "menghabiskan masa-masa berjam-jam masing-masing hari guna mengakses atau menyaksikan konten dari media digital".

Niat KPI ini sekilas terlihat mulia, tapi bahwasannya menyimpan sebanyak masalah besar. Pertama, dan ini yang sungguh fatal, KPI tidak berhasil  paham akar masalah kenapa masyarakat-tidak hanya kalangan milenial-beralih dari televisi konvensional ke kanal digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menawarkan kemudahan untuk publik guna mengakses opsi konten yang lebih pelbagai sesuai dengan preferensi mereka (Nielsen, 2016; Nielsen, 2017; CIPG, 2018). Penonton berpindah ke konten digital malah karena mereka muak bakal rendahnya kualitas konten televisi (CIPG, 2015; CIPG, 2018).

Sesuai dengan Undang-Undang Penyiaran, KPI mendapat mandat untuk memantau televisi dan radio yang bersiaran dengan frekuensi publik. Sayangnya, sekitar tiga tahun terakhir, kinerja KPI jauh dari optimal. Bahkan, dalam momen krusial peninjauan pulang izin siar stasiun televisi swasta pada 2016, KPI dengan ringan mengeluarkan rekomendasi perpanjangan izin siar melulu dengan menyaksikan usul program siaran dalam proposal masing-masing stasiun TV. Hingga kini, tak jelas apakah KPI mengevaluasi kinerja stasiun TV secara rutin, lantaran mereka tidak membuka rapor stasiun TV untuk publik. Konten televisi yang sampai kini ingin seragam ialah bukti eksplisit bahwa teguran dan sanksi KPI tak memberi efek jera.

Kedua, ketidakjelasan standar konten yang "layak tonton", "mempunyai nilai edukasi", dan "tidak berbobot  berbobot  berkualitas rendah". Ketidakjelasan itu melulu melahirkan keadaan bingung dan tafsir manasuka. Berdasarkan rekam jejak sekitar 3-6 tahun terakhir, tak ada garansi bahwa pemantauan KPI bisa menjauhkan masyarakat dari konten berbobot  berbobot  berkualitas rendah.

Hal ini tecermin dalam kualitas konten televisi anda yang sekitar ini menjadi obyek pemantauan KPI. Meski tiga tahun belakangan KPI sibuk mengurus indeks kualitas siaran televisi dan Anugerah KPI, tidak terdapat bukti bahwa secara borongan kualitas konten televisi membaik. Tayangan komedi slapstick saling lontar guyonan yang merendahkan martabat di antara aktor, aksi bongkar hal personal sarat gimmick, serta iklan partai empunya media di luar masa kampanye masih jamak anda temui di televisi. Mengingat tayangan laksana itulah yang bertahan di media penyiaran, apakah berikut konten yang pantas tonton dan mempunyai nilai pendidikan yang dimaksud KPI?


Ketiga, KPI tak punya kapasitas mumpuni untuk memantau konten digital, baik dari segi teknis perlengkapan maupun sumber daya manusia. Hingga ketika ini saja, KPI masih menggunakan teknik manual untuk memantau konten televisi. Sejumlah enumerator menyaksikan siaran televisi di layar masing-masing, kemudian melengkapi eksemplar isian data pelanggaran yang ditemukan dalam konten siaran. Bagaimana KPI mau memantau konten digital dengan kapasitas semacam ini?

Di sisi lain, komisioner KPI yang terpilih pada periode ini minim atau bahkan tak punya rekam jejak dalam bidang penyiaran. Beredar kabar bahwa seleksi komisioner KPI bukan menurut prestasi dan penguasaan isu (merit system), tetapi kedekatannya dengan lingkaran politik tertentu. Ombudsman telah mengucapkan laporan sangkaan cacat proses dan maladministrasi dalam seleksi komisioner KPI 2019-2022. Independensi KPI juga patut diragukan.

Akhirnya, KPI mesti segera berhenti berhalusinasi. Menginginkan ekspansi kewenangan tanpa kompetensi lumayan hanya akan meningkatkan karut-marut negeri ini. Alih-alih mengumbar nafsu memperluas kewenangan, usahakan KPI berfokus berbenah diri demi mengemban tugas dan kegunaannya secara optimal.

Kamis, 25 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI CRM


TEKNOLOGI INFORMASI CRM


TEKNOLOGI INFORMASI - Sebagai pelaku bisnis, kita tentu telah paham apa tersebut CRM. CRM yang adalahsingkatan dari Customer Relationship Manager ialah pendekatan baru untuk pelanggan setia kita pada level komunikasi bisnis guna memaksimalkan pemasaran melewati pengelolaan kontak yang berbeda. CRM memungkinkan kita untuk menjaga pelanggan dan menyerahkan nilai tambah untuk mereka secara terus-menerus. 

Mari kenal lebih dekat apa tersebut CRM dan pelbagai manfaatnya guna bisnis Anda!

Mengenal CRM untuk sekian banyak  urusan bisnis

CRM mengombinasikan kebijakan, proses, dan strategi yang diterapkan oleh sebuah perusahaan guna berkomunikasi, berinteraksi, dan mencari data pelanggan. Secara garis besar, CRM bakal mengandalkan teknologi imformasi untuk unik pelanggan baru yang potensial untuk penjualan perusahaan. 


CRM bakal berperan langsung dalam menghadapi pelanggan demi menambah penjualan dan penghasilan perusahaan. Informasi tentang pelanggan bakal disalurkan untuk perusahaan melewati CRM. Informasi ini berisi data mengenai penjualan up selling dan cross selling yang siap guna diidentifikasi demi unik dan menjaga pelanggan yang menguntungkan untuk perusahaan. 

Informasi tentang pelanggan ini telah terintegrasi dengan data perusahaan guna menghasilkan layanan yang memuaskan mereka dengan memenuhi kemauan dan kebutuhan. Dengan demikian, pelanggan tidak bakal butuh tidak sedikit waktu untuk menggali produk atau jasa yang diinginkan. Dengan memahami preferensi pelanggan, perusahaan akan meluangkan produk dan jasa yang mereka inginkan. 

Manfaat CRM dalam bisnis

Meningkatkan informasi database pelanggan 

Dalam suatu hubungan bisnis antara pelanggan dan perusahaan, mengetahui kemauan dn keperluan pelanggan ialah hal mesti yang mesti kita ketahui demi menambah kepuasaan pelanggan dan layanan perusahaan. 

Penggunaan CRM dalam perusahaan akan menolong Anda tetap terhubung dengan pelanggan. Dengan seringnya kita berkomunikasi dengan pelanggan, bakal semakin paham apa yang sebenarnya diharapkan dan diperlukan oleh mereka. Hal ini bakal memperkaya database perusahaan dan memberikan tidak sedikit ide guna produk yang selanjutnya. 

Menjaga loyalitas pelanggan 

Dalam komunikasi bisnis, CRM dapat meningkatkan tingkat loyalitas pelanggan pada sebuah perusahaan. CRM bakal mengidentifikasi informasi tentang data pelanggan melewati website, call center, dan staf pemasaran/pelayanan. Dengan fasilitas akses data informasi pelanggan, perusahaan bakal dengan cepat dan tepat menciptakan layanan apa yang diharapkan oleh pelanggan. 


Jika seorang pelanggan menemukan apa yang diharapkan dari sebuah perusahaan dan bagaimana perusahaan itu selalu membuat layanan baru demi kepuasan pelanggan, maka dapat dipastikan bahwa kita sebagai empunya bisnis tidak bakal kehilangan pelanggan.

Peningkatan time to market 

CRM akan menolong Anda mengejar tren pembelian apa yang sedang populer di masyarakat. Dengan memahami tren pembelian yang sedang terjadi, Anda dapat menilai kapan masa-masa yang tepat untuk mengenalkan suatu produk atau layanan. Contohnya saja kita akan mengenalkan produk baru berupa jas hujan. Tidak barangkali Anda merilis produk itu di musim panas dengan tren pembelian masyarakat yang lebih ke pakaian tipis dan menyerap keringat. 

Efisiensi operasional yang lebih baik

Dengan memakai CRM maka otomatisasi penjualan dan layanan berlangsung secara efektif dan efisien. Artinya, risiko turunnya kualitas pelayanan dan meminimalisir beban cash flow perusahaan. Contohnya saja teknologi web dan call center yang bisa memangkas formalitas birokrasi sekaligus ongkos proses adminitratif yang barangkali muncul. 

Pada intinya, apa tersebut CRM dalam perusahaan ialah untuk menolong Anda terus terhubung dengan pelanggan dan memahami apa yang mereka mau dan butuhkan. Informasi laksana ini urgen demi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Bagi mulai menggiatkan CRM pada perusahaan dan menambah keuntungan, Anda dapat menghubungi Iseka Service dengan layanan CRM Integration-nya!

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI CERDAS


TEKNOLOGI INFORMASI


TEKNOLOGI INFORMASI 1. Resmi, Boy Thohir Jadi Komisaris Gojek Mulai Hari Ini
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) hari ini memberitahukan bergabungnya Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dalam jajaran kepemimpinan di Grup Gojek sebagai di antara komisaris.

Bergabungnya Bos PT Adaro Energy Tbk tersebut disebut untuk menyokong Gojek menginjak babak baru sebagai platform teknologi terdepan di Asia Tenggara yang mempunyai tiga super-app dalam ekosistemnya.

2. Garuda Indonesia Gandeng Indosat Kembangkan Infrastruktur TI
Maskapai nasional Garuda Indonesia dan Indosat Ooredoo menjalin kerja sama dalam pengembangan Hajj Tracker, Inventory on Board, Smart Warehouse dan infrastruktur teknologi informasi (TI).


Kerja sama ini merupaka upaya optimalisasi transformasi digital melewati pengembangan teknologi di lini layanan dan operasional Garuda Indonesia.

3. Operator Seluler Lega Pemerintah Larang Penjualan Zain di Indonesia
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengapresiasi tahapan pemerintah yang muncul dalam mengawal kedaulatan negara dengan mengerjakan pelarangan beroperasi operator seluler Arab Saudi, Zain.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir menuliskan menurut hasil rapat yang dilaksanakan antara ATSI, Kemenkominfo, Kemendag dan sebanyak pemangku kepetingan lainnya disepakati bahwa operator Arab Saudi Zain dilarang beroperasi di Indonesia.


4. Kamera Printer Pertama Canon guna Pecinta Selfie
Canon melewati PT Datascrip mengenalkan dua kamera dengan desain ringkas dan unik yaitu Canon iNSPiC [S] dan iNSPiC [C], guna melengkapi seri Canon iNSPiC [P] atau Mini Photo Printer sebelumnya.

iNSPiC [C] mempunyai resolusi sebesar 5 megapixel, sementara iNSPiC [S] sebesar 8 megapixel. Keduanya dilengkapi dengan cermin yang berdampingan dengan lensa, sehingga menciptakan pengalaman swafoto lebih apik.

5. Mengenal Cip Cerdas guna Ponsel
Kecerdasan buatan, khususnya yang berbasis pada pembelajaran mesin (machine learning) pada ketika ini menjadi di antara teknologi utama ponsel pintar.

Kita, misalnya, dapat menemukannya pada asisten digital (Google Assistant, Siri), pengenalan gambar dan wajah, sampai software seperti FaceApp yang sempat menghebohkan.

Rabu, 24 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI CANGGIH


TEKNOLOGI INFORMASI


TEKNOLOGI INFORMASI - Ada yang menarik bila berangjangsana ke booth Wuling Motors di hall 3H, ICE, BSD, Tangerang Selatan. Di mana pengunjung pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 tidak hanya dapat melihat secara dekat produk-produk Wuling Motors. Namun pun dapat menikmati teknologi teranyar Wuling Motors melewati simulator canggih.

Lewat simulator modern yang didesain layaknya suatu kabin mobil ini, semua pengunjung akan disuruh mengenal teknologi teranyar Wuling Motors yang telah diterapkan di China. Teknologi baru itu mulai dari Artificial Intelligence Voice Interaction, Real Time Traffic Navigation, Smart Speed Limit Aid, Urban Smart Car, Auto Emergency Brake, Adaptive Cruise Control, serta Lane Keeping Assist.


“Dalam peluang ini kami hendak memperkenalkan sekian banyak  fitur modern yang telah dipunyai oleh Wuling melewati Wuling Technology Experience. Mari kunjungi booth Wuling dan beyond mobility Area, serta rasakan empiris Drive For A Better Life bareng kami,” ujar Dian Asmahani, Senior Brand Manager Wuling Motors.

Ingin Merasakan Teknologi Wuling?
Siapa saja boleh menikmati langsung teknologi teranyar Wuling Motors. Syaratnya sangat gampang pengunjung lumayan datang ke meja registrasi yang posisinya tidak jauh dari ruang simulator.

Isi data diri mulai dari nama sampai alamat email. Setelah tersebut menunggu giliran guna masuk keruang simulator. Ketika sedang di dalam ruangsimulator pengunjung akan dituntun oleh satu orang PIC atau Person In Charge.

Tidak hanya dapat merasakan langsung teknologi teranyar Wuling Motor, pengunjung pun akan mendapat  bingkisan unik usai terbit dari ruang simulator.

“Kalau inginkan dapat bingkisan nanti potret di simulator kemudian posting ke instastory, kemudian tag instagram wuling Motors Indonesia. Kalau instal my wuling+ nanti dapat dapat dua kali hadiah,” ujar Naomi, PIC simulator Wuling Technology Experience saat didatangi Carmudi di booth Wuling Motors.


Beyond Mobility Area
Di samping simulator Wuling Technology Experience, Wuling Motors pun menyediakan satu unit Almaz dengan Wuling Indonesian Command (WIND) di Beyond Mobility Area. Lokasinya sedang di di Test Drive B (Loading Dock Hall 5-6).

WIND telah menyokong bahasa Indonesia sehari-hari, guna menyalakan, mematikan, atau mengatur pelbagai fitur kendaraan. Mulai dari pendingin udara, jendela, panoramic sunroof, akses fitur hiburan laksana musik atau radio. Serta dapat juga mengerjakan panggilan telepon, menjalankan software misalnya Wuling Link ataupun TPMS, hingga dengan informasi masa-masa dan tanggal.

Beragam penjelasan tentang WIND juga akan dikatakan oleh kesebelasan untuk menolong pengunjung mengenal lebih dalam fitur modern ini. Nah, paling menarik, jadi Anda bakal lebih tahu lebih dalam produk Wuling. (dol)

Selasa, 23 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN FUNGSI SISTEM


TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN FUNGSI SISTEM 


TEKNOLOGI INFORMASI - Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Kecerdasan Buatan, adalahbagian yang telah tidak terpisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari nyaris seluruh umat manusia.

Memang, AI bukanlah urusan baru. Namun, guna pemakaiannya yang sekarang terjadi secara masif dan populer, itu ialah hal yang baru, dan bahkan, bisa jadi besar pemakai perlengkapan yang memakai teknologi AI laksana ponsel pintar tidak sungguh-sungguh menyadari mengapa tidak sedikit perusahaan produsen ponsel pintar menyisipkan keterampilan tersebut ke dalam perangkatnya.


Untuk mengetahui secara borongan dan mendalam, mungkin dibutuhkan masa-masa yang tidak sedikit. Namun, semua pemakai sangat tidak dapat mengetahui pengertian dan faedah sederhana dari teknologi AI beserta sejumlah hal beda yang sedang di sekitarnya.

Secara terminologi, AI adalahistilah yang merujuk untuk serangkaian sistem komputer yang memungkinkan mesin guna meniru kepintaran manusia. Seperti halnya manusia, ketika beranggapan mereka akan mengetahui hal-hal yang terjadi di lingkungan mereka.

Demikian pula dengan perangkat-perangkat dengan kepintaran buatan, yang ketika ini disebutkan masih sedang di tahap mula dalam upayanya mereplikasi perilaku yang sama.

Perusahaan produsen cipset laksana Qualcomm yang akrab dengan teknologi AI, seringkali terus mengerjakan pengembangan-pengembangan berhubungan dengan teknologi itu dengan membina ekosistemnya melalui sejumlah upaya, contohnya mengombinasikan sejumlah perangkat untuk membuat fungsi-fungsi tertentu, laksana yang dilaksanakan perusahaan itu dengan Artificial Intelligence Engine.

Artificial Intelligence Engine ialah ekosistem AI yang adalahkombinasi dari sejumlah perangkat keras pada Snapdragon Mobile Platform, yaitu CPU Kryo, GPU Adreno, dan Hexagon Vector Processor, dengan di antara perangkat empuk Snapdragon NPE (Neural Processing Engine).

Kombinasi tersebut bermanfaat menjalankan dan memroses software yang memerlukan keterampilan kecerdasan produksi maupun machine learning.

Di samping itu, pemakai teknologi mesti pula mengenal apa yang dinamakan sebagai AI Assistant. Pasalnya, program itulah yang sejatinya yang menyerahkan respons, informasi, dan menjalankan tugas cocok dengan permintaan pemakai.

Program asistensi ini, tidak melulu ditemukan di ponsel pintar dan speaker pintar, melainkan pun di sejumlah perangkat lainnya dan kelihatannya akan lebih sering ditemukan di kacamata XR, perlengkapan rumah tangga, mobil terhubung, dan tidak sedikit perangkat lainnya.


Namun, apa unsur yang palong urgen dari sebuah kepintaran buatan? Jawabannya ialah algoritma, yaitu instruksi terstruktur yang menginstruksikan komputer untuk menuntaskan suatu masalah dengan mempelajari pola yang ada pada data.

Algoritma jugalah yang kemudian dipakai untuk mengerjakan kalkulasi, memroses, dan membuat benang merah secara otomatis.

Adapun, algoritma yang sering dipakai baik guna deep learning maupun machine learning ialah Artificial Neural Network (ANN). Algoritma tersebut diciptakan terinspirasi dari format jaringan neural biologis yang dipunyai oleh benak manusia.

AI sendiri mempunyai fase di mana dilaksanakan suatu simulasi dari proses pemikiran insan ke dalam format dan model yang terkomputerisasi atau terkomputasi. Fase ini dinamakan dengan istilah Cognitive Computing atau komputasi kognitif.

Dalam prosesnya, komputasi kognitif melibatkan sistem self learning dalam suatu sistem yang memakai data mining, pengenalan pola dan pengolahan bahasa pemrograman guna meniru teknik kerja insan ke dalam suatu sistem.

Di belakang proses rumit tentang bagaimana teknologi kecerdasan produksi bekerja, ada suatu disiplin atau cabang ilmu yang mempeloporinya, yaitu Computer Vision (CV).

Computer Vision adalahsalah satu cabang ilmu komputer yang berfokus untuk menciptakan perangkat bisa melihat, mengidentifikaso, dan memroses gambar sebagaimana mata pada manusia, serta menyerahkan output yang sesuai.

Dengan kemampuannya, Computer Vision laksana berupaya memberikan kepintaran dan insting yang dipunyai manusia ke dalam perangkat. Dengan demikian, komputer sebagai mesin bisa mempunyai kemampuan beranggapan tanpa mesti diprogram secara eksternal.

Tidak melulu seperti mesin-mesin tradisional yang diciptakan dengan seperangkat penataan untuk bisa bertindak, dengan keterampilan yang lebih modern kini mesin dapat dimasukkan dengan serangkaian data yang menjadi basis untuk mesin tersebut untuk beranggapan dan beraksi menurut data yang mereka miliki.


Contohnya, suatu komputer dapat memroses 1.000 potret kucing, menggali kesamaan ciri khas dari foto-foto tersebut, sampai-sampai untuk selanjutnya dapat menggali lebih tidak sedikit foto kucing di internet menurut urusan yang telah dipelajari.

Sederhananya, keterampilan komputerisasi seperti tersebut adalahbagian terpenting dari teknologi AI, di samping algoritma. Kemampuan tersebutlah yang ketika ini dikenal sebagai pembelajaran mesin atau, dalam istilah yang lebih akrab, yaitu machine learning.

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS WEB




TEKNOLOGI INFORMASI - Mahasiswa Universitas Nusa Putra (UNsP) Sukabumi presentasikan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC), berupa timbangan digital Posyandu Penentu Angka Kecukupan Gizi Balita Terintegrasi Timbangan IoT (POS PAK CAMAT), di Institut Pertanian Bogor (IPB). 
Produk teknologi ini hasil karya tiga orang mahasiswa UNsP Sukabumi. Yaitu, Muhammad Ikrar Muharrik, Dede Krtubi dan Muhamad Solahudin. Tujuannya mengefektifkan proses penimbangan di Posyandu dan memberi penjelasan status angka kecukupan gizi secara real time. 

Adapun teknik kerja perangkat ini mengintegrasikan tiga disiplin ilmu, yaitu kiat elektro yang menciptakan secara hardware, sistem instrumentasi pengukuran berat, dan tinggi balita dengan memakai dua sensor ultrasonik dan sensor loadcell.


Teknik mesin menciptakan secara hardware rangka timbangan, dan teknologi informasi dalam penciptaan secara software mencakup desain situs dan database, serta software berbasis android. 

Dari ketiga kolaborasi disiplin ilmu tersebut, jadilah suatu produk timbangan digital yang terintegrasi dengan database. Sehingga semua orang tua balita tidak butuh lagi memakai KMS, mereka lumayan dengan membuka software android yang telah diciptakan untuk menyaksikan perkembangan balita mereka.

Dosen Pembimbing UNsP Sukabumi, Anang Suryana menuliskan dengan adanya PKM ini, diinginkan mahasiswa bisa menjadi orang yang percaya diri dan dapat bekerjasama dengan multi disiplin ilmu lainnya.

"Selain tersebut dapat mengimplementasikan ide-ide baru sesuai pertumbuhan jaman dalam sebuah produk teknologi yang efisien serta mengetahui kaidah-kaidah keilmuan yang sedang dipelajarinya di kampus nusa putra," katanya. 


Akan namun yang lebih terpenting, kata Anang mahasiswa mengetahui metode-metode ilmiah yang bakal menjadi petunjuk dalam menciptakan produk teknologi. 

"Ini yang memisahkan mahasiswa dengan praktisi, sebab ketika nanti mereka terjun ke lapangan bakal berperan sebagai manager dan sebagai agen of change untuk dirinya dan masyarakat umumnya," tandasnya. 

Sementara itu, Warek III Bidang Kemahasiswaan UNsP Sukabumi, Muhamad Muslih mengungkapkan, melewati PKM ini menjadi prospek kedepannya sesudah lulus. Pasalnya, mereka sudah dibekali secara keilmuan dalam menciptakan produk.

"Mulai dari penciptaan proposal, rab, hingga implementasinya, serta mempresentasikannya melewati program PKM. Selain tersebut juga mahasiswa dapat menuangkan gagasan - gagasan baru dari sekian banyak  ilmu dalam yang didapatnya di bangku perkuliahan," paparnya.

"Kami harapkan kedepannya mahasiswa universitas nusa putra tidak melulu Muhamad Ikrar, Dede Kurtubi dan Muhamad Solahudin saja yang dapat mengikuti dan lolos mengekor program Kreatif Mahasiswa (PKM), namun menjadi motivasi untuk mahasiswa lainnya untuk mengekor program ini," imbuhnya.

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS INTERNET



Tempat boleh dipelosok, namun melek teknologi tetap wajib. Itulah yang tidak jarang kali dipegang teguh oleh Didik Budi Hartono SE, Kepala Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Semangat jiwa muda dalam membina desa, sudah mengantar dirinya mencetus teknologi pelayanan digital yang canggih. Dia menyebutnya dengan Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services.



TEKNOLOGI INFORMASI - Teknologi berbasis teknologi informasi ini memungkinkan masyarakat setempat dapat mengakses serta mendapat sekian banyak  kemudahan dalam pelayanan dan administrasi kependudukan. Mulai dari pengurusan surat keterangan, Kartu Keluarga (KK), KTP, peta kerawangan, progres pembangunan, sampai berinteraksi dengan perlengkapan desa.

Dan tersebut semua lumayan diakses melewati smartphone maupun komputer. Lebih istimewa, pelayanan ala negara maju ini dilaksanakan perangkat Desa Tambong, 24 jam non stop. Dengan kata lain, dimana dan kapan juga berada, sekitar masih terdapat sinyal internet, mereka dapat mendapatkan sekian banyak  pelayanan tersebut.

“Visi kita ialah desa Digital, berbasis data dan informasi publik,” ucap Didik, sapaan akrab Kades Tambong.

Baca Juga : 10 Fakta yang Jarang Terungkap di Misi Apollo 11

Pada sistem pelayanan ini, lanjutnya, masyarakat dapat mencetak langsung sekian banyak  pengurusan administrasi kependudukan. Karena dilengkapi tanda tangan dan stempel digital. Baik kepunyaan Kades, maupun Pemerintah Desa Tambong.
“Di sini penduduk juga dapat update data kependudukan secara online, contoh saat ada family yang meninggal dunia. Bagi mengakses lumayan memasukan nama dan NIK (Nomor Induk Kependudukan), atau memakai kode batang yang terdapat di KTP,” jelasnya.

Teknologi ini, pun dilengkapi video live streaming dan data absensi perlengkapan desa. Jadi, sebelum datang ke kantor desa, warga dapat tahu siapa saja perlengkapan yang standby.

“Dengan begitu masyarakat dapat meyakinkan bahwa mereka bakal terlayani cocok dengan pelayanan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sedang video live streaming, adalahpengejawantahan pola keterbukaan dan pemantauan langsung masyarakat terhadap kinerja perlengkapan desa. Karena disini gambar yang disuguhkan ialah video kegiatan perangkat.
Sejak menjadi Kepala Desa di Desa Tambong, Didik memang menekankan bahwa staf dan pegawai desa ialah pelayan masyarakat. Yang mana kinerjanya hukumnya mesti ternilai memuaskan oleh warga.

Sebagai informasi, Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services, yang diterapkan di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ialah pengembangan software pelayanan sebelumnya. Yakni software Sipadu.

Pengembangan pelayanan berbasis internet ini dikembangkan dengan menggandeng Heppy Agung, seorang berpengalaman IT asal Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Lombok. Pemuda jebolan Diploma III Manajemen Informatika, Universitas Gunadharma, Depok, itu memang sudah mengembangkan software sistim informasi desa semenjak tahun 2015.

“Dan motivasi kami ialah kemudahan, kecepatan dan keterbukaan dalam pelayanan, serta memperlihatkan bahwa desa pelosok pun dapat mempunyai teknologi pelayanan yang tidak kalah dengan perkotaan,” cetus Didik.

Sejak kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kabupaten Banyuwangi, memang terus berbenah. Salah satunya dalam inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi. Dan disini, Pemerintah Desa Tambong, selaku jajaran telah memperlihatkan menjadi yang terdepan.